LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Nilai Tukar Rupiah Ditutup Melemah Tipis di Level Rp13.885 per USD

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, dengan banyaknya stimulus dan suku bunga rendah bahkan negatif di berbagai negara mengakibatkan arus modal asing kembali membanjiri pasar valas, obligasi dan SUN di dalam negeri.

2020-06-08 16:32:33
Kurs Rupiah
Advertisement

Nilai tukar Rupiah terhadap Dolar Amerika Serikat (USD) dalam perdagangan sore ini, Senin (8/6) ditutup melemah tipis 7 poin di level Rp13.885 dari penutupan sebelumnya di level Rp13.892 per USD.

Direktur TRFX Garuda Berjangka, Ibrahim mengatakan, dengan banyaknya stimulus dan suku bunga rendah bahkan negatif di berbagai negara mengakibatkan arus modal asing kembali membanjiri pasar valas, obligasi dan SUN di dalam negeri.

"Hal ini karena pelaku pasar mencari imbal hasil yang yang lebih tinggi dan negara yang dianggap aman untuk menginvestasikan dananya serta mendapat rekomendasi dari pemeringkat rating internasional yaitu Moddys Ratings dan Fich Ratings," ujarnya,

Advertisement

Selain itu, pasar juga mengamati rilis cadangan devisa yang dikeluarkan oleh Bank Indonesia per akhir Mei meningkat USD 2,6 miliar. Pada akhir Mei, cadangan devisa Indonesia tercatat USD 130,5 miliar.

"Naik dibandingkan posisi bulan sebelumnya yang sebesar USD127,9 miliar. Angka USD130,5 miliar menjadi catatan tertinggi sejak awal tahun ini," jelas Ibrahim.

Advertisement

Konsolidasi

Ibrahim melanjutkan, seandainya stimulus global terus berlanjut sangat mungkin cadangan devisa terus akan meningkat di bulan-bulan berikutnya apalagi didukung oleh stabilitas dan prospek ekonomi yang tetap baik yang bisa membawa arah perbaikan yang cepat dan ini di luar dugaan baik oleh Pemerintah, Bank Indonesia maupun para pengamat.

"Ini waktu yang tepat untuk melakukan konsolidasi apalagi masa New Normal atau transisi sudah diberlakukan sehingga kepercayaan pasar kembali meningkat dan wajar kalau arus modal asing kembali masuk ke pasar dalam negeri, walaupun dalam penutupan pasar hari ini mata uang Garuda stagnan sesuai dengan prediksi," tandasnya.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.