Nilai Tukar Rupiah Berpotensi Menguat Seiring Persetujuan Vaksin Covid-19 di AS
Persetujuan penggunaan vaksin tersebut menyusul persetujuan yang sudah diberikan oleh Inggris, Kanada, dan Bahrain. Menurut Ariston, penggunaan vaksin bisa mempercepat pemulihan ekonomi global.
Nilai tukar atau kurs Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada Senin berpotensi menguat seiring persetujuan penggunaan vaksin di Amerika Serikat.
Pada pukul 09.53 WIB, Rupiah masih bergerak melemah 39 poin atau 0,28 persen ke posisi Rp14.119 per USD dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.080 per USD.
"Rupiah bisa menguat hari ini dengan sentimen positif dari persetujuan penggunaan darurat vaksin Pfizer oleh FDA AS," kata Kepala Riset dan Edukasi Monex Investindo Futures Ariston Tjendra di Jakarta, Senin (14/12).
Persetujuan penggunaan vaksin tersebut menyusul persetujuan yang sudah diberikan oleh Inggris, Kanada, dan Bahrain. Menurut Ariston, penggunaan vaksin bisa mempercepat pemulihan ekonomi global.
Dia menuturkan, nilai tukar negara berkembang juga terlihat menguat terhadap dolar AS pada pagi ini.
"Pelemahan dolar AS ini menunjukkan tren Rupiah masih konsolidasi di area support. Mungkin pasar menunggu approval vaksin BPOM," ujar Ariston.
Ariston memperkirakan hari ini Rupiah berpotensi menguat di kisaran Rp14.000 per USD hingga Rp14.150 per USD.
Pada Jumat (11/12) lalu, Rupiah ditutup menguat 25 poin atau 0,18 persen ke posisi Rp14.080 per USD dari posisi penutupan hari sebelumnya Rp14.105 per USD.
Baca juga:
Rupiah Menguat ke Rp14.080 per USD Seiring Optimisme Perbaikan Ekonomi
Bos BI: Kami Terus Jaga Stabilisasi Nilai Tukar Rupiah Hingga Tahun Depan
Rupiah Ditutup Melemah Dipengaruhi Cadangan Devisa Turun 3 Bulan Berturut-turut
Dibayangi Kenaikan Kasus Covid-19, Kurs Rupiah Ditutup Stagnan di Rp14.105 per USD
Rupiah Ditutup Perkasa di Tengah Peningkatan Kasus Covid-19
Rupiah Menguat Seiring Penurunan Angka Pengangguran di AS