Natal dan Tahun Baru, Airlines di Bali buka penerbangan tambahan
Sejumlah maskapai penerbangan mengajukan penerbangan tambahan sebanyak 613 penerbangan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hal ini untuk mengakomodir tingginya lonjakan wisatawan ke Pulau Dewata menghabiskan libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Sejumlah maskapai penerbangan mengajukan penerbangan tambahan sebanyak 613 penerbangan di Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Bali. Hal ini untuk mengakomodir tingginya lonjakan wisatawan ke Pulau Dewata menghabiskan libur panjang Natal dan Tahun Baru.
Co General Manager PT Angkasa Pura I Bandar Udara I Gusti Ngurah Rai Putu Puja Supradnyana menjelaskan penerbangan tambahan itu diajukan oleh Garuda Indonesia, AirAsia, Citilink, Sriwijaya Air, Nam Air dan Lion Air. Di mana pengajuan yang paling banyak dilakukan oleh maskapai Lion Air dan Nam Air.
"Sebagian besar rute yang dilayani maskapai itu dalam penerbangan tambahan tersebut yakni Jakarta, Kuala Lumpur, Surabaya, Labuan Bajo, Makassar, Maumere dan Waingapu," kata Putu seperti dikutip Antara, Minggu (18/12).
Dia menambahkan, total kursi dari penerbangan tambahan tersebut berjumlah 105.516 tempat duduk. sementara kepadatan penumpang diprediksi akan terjadi mulai 23-24 Desember 2016 dan 1-3 Januari 2017.
Untuk mengantisipasi lonjakan penumpang, pengelola bandara setempat telah melakukan koordinasi dengan maskapai penerbangan dan penanganan penumpang di bandara (ground handling) agar dapat memperhatikan waktu pelayanan, mengingat lalu lintas baik penerbangan maupun penumpang akan meningkat.
"Kami juga sudah dan terus memperhatikan kesiapan alat produksi seperti landasan, apron, alat navigasi, kendaraan ambulance dan pemadam kebakaran serta genset," imbuhnya.
Baca juga:
Percantik 5 bandara, Angkasa Pura I cari uang Rp 3 T lewat obligasi
Bandara Sepinggan tergenang air, Angkasa Pura I bilang cuma becek
1 November, AP I naikkan airport tax Bandara Adi Soemarmo dan Juanda
Menteri Rini copot Wimbo Hardjito dan angkat Baskoro jadi Dirut AP I
Dinilai tak transparan soal tender Bandara Ahmad Yani, ini kata AP I
AP I dinilai tak transparan dalam lelang terminal Bandara Ahmad Yani
Hingga September, bandara di Bali tampung 14,8 juta penumpang