Nasib audit Petral tak jelas, janji Jokowi berantas mafia diragukan
"Apakah ini serius Jokowi berantas mafia?" ujar Marwan.
PT Pertamina telah menyelesaikan audit forensik terhadap Pertamina Energy Trading Limited (Petral) sepanjang 1 Juli-30 Oktober 2015. Namun demikian, pemerintah masih belum memutuskan mau dibawa ke mana hasil audit ini.
Direktur IRESS, Marwan Batubara secara tegas meminta Presiden Joko Widodo untuk menepati janjinya saat kampanye sebelum Pemilihan Presiden (Pilpres) 2014. Di mana Jokowi berjanji akan memberantas mafia minyak dan gas bumi di Indonesia (Migas).
"Apakah ini serius Jokowi berantas mafia?" tanya Marwan dalam diskusi Energi Kita yang digelar merdeka.com, RRI, IJTI, IKN, DML dan Sewatama di Dewan Pers, Jakarta, Minggu (15/11).
Marwan menilai pemerintahan Jokowi-Jk tak pernah serius memberantas mafia migas. Buktinya, rekomendasi awal yang diajukan tim tata kelola reformasi migas (TTKRM) di bawah naungan Kementerian ESDM yang meminta agar audit Petral hanya dilakukan selama satu tahun terakhir.
Namun, Pertamina setelah berkonsultasi dengan auditor forensik untuk Petral, Kordamentha maka audit menjadi tiga tahun terakhir.
"Kenapa ini satu tahun? Kalau enggak mundur audit forensiknya jadi lima tahun ke belakang. Mungkin (Jokowi) setengah serius," ujar Marwan.
Namun, dia mengapresiasi keberanian presiden untuk melakukan audit forensik terhadap Petral. Walaupun langkah kongkrit tersebut masih belum jelas akan dibawa ke mana.
Sebelumnya, Kementerian ESDM dan Pertamina telah merilis hasil audit forensik yang dilakukan terhadap Petral. Dalam laporannya tersebut, dinyatakan bahwa ada pihak ketiga yang bermain dalam proses tender Petral dan menyebabkan diskon harga yang didapatkan menjadi lebih kecil dari yang seharusnya didapatkan.
(mdk/idr)