LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Naiknya Kasus Covid-19 dan Sentimen The Fed Buat Nilai Tukar Rupiah Terperosok

Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia mengatakan, pernyataan The Fed terkait potensi kenaikan suku bunga yang lebih cepat pada 2023, menjadi faktor utama terkoreksinya Rupiah.

2021-06-18 16:31:08
Kurs Rupiah
Advertisement

Nilai tukar atau kurs Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada akhir pekan melemah dipicu sikap hawkish bank sentral Amerika Serikat, The Federal Reserve.

Rupiah ditutup melemah 20 poin atau 0,14 persen ke posisi Rp14.375 per USD pada Jumat dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya Rp14.355 per USD.

Analis Indonesia Commodity and Derivatives Exchange (ICDX), Nikolas Prasetia mengatakan, pernyataan The Fed terkait potensi kenaikan suku bunga yang lebih cepat pada 2023, menjadi faktor utama terkoreksinya Rupiah.

Advertisement

"Saya melihat sentimen The Fed ini masih berpengaruh. Jadi pelaku pasar masih menyerap optimisme The Fed hingga tahun 2023. Karena fokus yang relatif minim, jadinya memang masih tertuju ke sentimen The Fed," ujar Nikolas.

Sementara dari dalam negeri, tren bertambahnya jumlah kasus positif Covid-19 belakangan ini menjadi sentimen negatif bagi Rupiah.

"Isu dari dalam negeri ini juga bisa jadi penghalang ke gerak rupiah. Apalagi kasus Covid-19 yang naik lagi, ada kekhawatiran lockdown bisa picu resesi di Indonesia," kata Nikolas.

Advertisement

Prediksi Pekan Depan

Menurut Nikolas, pada pekan depan Rupiah masih akan kesulitan untuk bisa bergerak menguat. Rupiah berpotensi melemah menembus level Rp14.500 per USD jika pada Senin (21/6) Rupiah mencapai level resisten Rp14.400 per USD.

"Tapi kalau ada tindakan tegas dari pemerintah untuk penerapan PPKM yang lebih ketat, mungkin bisa saja mengerek sedikit nilai rupiah," ujar Nikolas.

Rupiah pada pagi hari dibuka melemah ke posisi Rp14.375 per USD. Sepanjang hari, Rupiah bergerak di kisaran Rp14.375 per USD hingga Rp14.398 per USD.

Sementara itu, kurs Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (JISDOR) Bank Indonesia pada Jumat melemah ke posisi Rp14.403 dibandingkan posisi pada hari sebelumnya Rp14.378 per USD.

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.