LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Naik 80 Persen, Pemerintah Tarik Utang Rp 410 T Sepanjang April 2021

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pembiayaan utang mencapai sebesar Rp410,1 triliun selama April 2021 atau setara 34,83 persen dari target Rp1.117,4 triliun. Angka ini naik 80,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp Rp 226,8 triliun.

2021-05-25 11:45:17
Utang
Advertisement

Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat realisasi pembiayaan utang mencapai sebesar Rp410,1 triliun selama April 2021 atau setara 34,83 persen dari target Rp1.117,4 triliun. Angka ini naik 80,83 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu Rp Rp 226,8 triliun.

Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati mengatakan, pembiayaan utang yang mencapai Rp410,1 triliun berasal dari penarikan utang baru melalui penerbitan Surat Berharga Negara (SBN) mencapai Rp416,7 triliun atau naik 79,90 persen dibandingkan April 2020. Penerbitan SBN ini sudah 34,52 persen dari target dalam APBN 2021 sebesar Rp 1.207,3 triliun.

Bahkan pembiayaan utang juga dipenuhi dari total pembelian oleh BI melalui SKB I mencapai Rp108,43 triliun dalam bentuk SUN Rp68,83 triliun dan untuk SBSN mencapai Rp39,6 triliun.

Advertisement

"Penerbitan SBN neto merupakan strategi untuk memanfaatkan momentum pasar keuangan yang masih kondusif dan mengantisipasi dinamika likuiditas," ujarnya dalam Konferensi Pers APBN Kita, Selasa (25/5).

Selanjutnya

Di samping itu, untuk pembiayaan investasi tercatat Rp19,6 triliun di akhir April lalu. Sedangkan pemberian pinjaman meningkat 2,3 persen yoy menjadi Rp371,77 triliun. Kemudian untuk kewajiban penjaminan tercatat masih nihil dan dan pembiayaan lainnya baru Rp100 miliar.

Advertisement

Bendahara Negara itu mengatakan pembiayaan utang diperlukan pemerintah untuk menopang kebutuhan dari pembiayaan non utang, termasuk investasi. Sejalan dengan upaya pemerintah untuk menutup defisit anggaran tahun ini sebesar 5,7 persen atau setara Rp1.006,4 triliun.

"Pembiayaan utang untuk menutup defisit APBN, seiring upaya akselerasi pemulihan ekonomi dampak pandemi," pungkasnya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.