Musim mudik, Kapolri tak masalah pedagang menjamur di pinggir tol
"Kan itu kesempatan setahun sekali memanfaatkan peluang itu. Biasa lah."
Kapolri Jenderal Badrodin Haiti menganggap biasa jika arus mudik melahirkan para pedagang dadakan. Meskipun, mereka menjajakan dagangannya di pinggir ruas tol yang notabene sangat berbahaya.
"Pedagang dadakan sangat membantu pemudik yang terjebak kemacetan. Kan itu kesempatan setahun sekali memanfaatkan peluang itu. Biasa lah," katanya saat meninjau Pelabuhan Merak, Banten, Minggu (3/7).
Fenomena menjamurnya pedagang di ruas tol ini diungkapkan Pengamat Transportasi Djoko Setijowarno. Saat menyusuri ruas tol Jakarta hingga Brebes Timur, Djoko menemukan banyak penjual makanan, minuman, dan bensin.
"Kemarin saya lihat sepanjang tol Pejagan hingga Brebes Timur," katanya lewat pesan pendek.
"Warga berinisiatif menyedikan bensin dalam jerikan plastik saat melihat antrean panjang kendaraan."
Selain itu, dia juga melihat pemudik memarkir kendaraannya di bahu jalan.
"Keterbatasan rest area, bahu jalan digunakan untuk istirahat."
Baca juga:
H-2 lebaran, Terminal Pulo Gadung sepi pemudik
Ditinggal pemudik, jalan di Bandung lengang
Jumlah pemudik di Bandara Soetta tahun ini naik 8 persen
Brebes-Purwokerto macet parah, banyak mobil mogok kehabisan bensin
Tol Pejagan-Brebes macet tak bergerak, kendaraan mogok BBM habis
Tengah malam, jalur Nagreg-Garut padat merayap