Mulai Senin depan, agen Laku Pandai jual beras medium harga maksimal Rp 9.450 per Kg
Laku Pandai merupakan program keuangan inklusif yang memungkinkan masyarakat membuka rekening tabungan, menabung, dan menarik dana melalui perantara agen bank. Menteri Enggar menjelaskan, hal tersebut sebagai salah satu langkah untuk menekan harga beras.
Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita mengatakan, mulai Senin (16/4), Agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor untuk keuangan inklusif (Laku Pandai) Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) menjadi penjual beras medium. Beras yang dijual Laku Pandai adalah jenis medium dengan Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp 9.450 per Kg.
"Agen laku pandai mereka diminta untuk menjual. Harganya sesuai HET, Rp 9.450," kata Mendag Enggar usai rapat beras di Gedung Kemenko Perekonomian, Jakarta, Kamis (12/4).
Laku Pandai merupakan program keuangan inklusif yang memungkinkan masyarakat membuka rekening tabungan, menabung, dan menarik dana melalui perantara agen bank. Menteri Enggar menjelaskan, hal tersebut sebagai salah satu langkah untuk menekan harga beras di mana nantinya diharapkan di seluruh daerah di Indonesia harga beras akan seragam.
Menteri Enggar juga menegaskan, semua penjual beras diwajibkan menjual harga sesuai HET. "Seluruh pedagang beras pasar tradisional wajib menjual (dengan harga HET), kalau tidak, kita panggil."
Sebelumnya, Direktur Kredit Mikro dan Ritel Bank BRI, Priyastomo, mengatakan BRI memiliki 279.000 agen di seluruh Indonesia. Sementara itu, Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (BTN) Maryono mengatakan Bank BTN memiliki 35.000 agen di daerah yang siap membantu Bulog menyalurkan beras.
Baca juga:
Apa yang terjadi pada pedagang jual beras medium tak sesuai HET mulai 13 April?
Per 13 April, pedagang wajib jual beras medium sesuai HET
Inflasi Maret 0,2 persen, pemerintah janji terus turunkan harga beras dan daging
Pemerintah siapkan Rp 2,5 triliun untuk pengadaan cadangan beras 2018
Pemerintah gandeng BUMDes dan swasta untuk pengadaan alat pengering gabah
Pengamat soal cadangan beras minus: Belum pernah terjadi kecuali saat krisis
Mendag Enggar ungkap baru 281.000 ton beras impor dari kuota 500.000 masuk Indonesia