Mulai Besok, Bandara Soekarno-Hatta Setop Penerbangan untuk Penumpang
Adapun penerbangan yang dikecualikan ialah penerbangan untuk pimpinan lembaga tinggi negara dan atau wakil kenegaraan organisasi internasional, lalu organisasi penerbangan khusus pemulangan WNI, WNA, penegakan hukum dan pelayan darurat petugas penerbangan.
Kementerian Perhubungan resmi melarang mudik Lebaran 2020 dengan menyetop angkutan umum darat, laut dan udara besok, Jumat (24/3). Khusus untuk angkutan udara, pesawat yang mengangkut penumpang sudah tidak diperbolehkan terbang lagi mulai besok.
Bandara Soekarno-Hatta juga akan mulai berhenti beroperasi untuk melayani penumpang mulai besok. Bandara cuma akan melayani penerbangan non komersial yang diatur oleh Direktorat Jenderal Perhubungan Udara.
"Untuk transportasi udara baik domestik maupun luar negeri akan berlaku pelarangan mulai 24 April hingga 1 Juni 2020, baik untuk penerbangan berjadwal maupun carter," kata Dirjen Perhubungan Udara Novie Riyanto dalam diskusi daring, Kamis (23/4).
Adapun penerbangan yang dikecualikan ialah penerbangan untuk pimpinan lembaga tinggi negara dan atau wakil kenegaraan organisasi internasional, lalu organisasi penerbangan khusus pemulangan WNI, WNA, penegakan hukum dan pelayan darurat petugas penerbangan, operasional kargo, serta pengangkutan medis sanitasi dan logistik bisa menggunakan pesawat penumpang untuk sementara. Navigasi udara juga tetap dibuka.
"Navigasi udara dibuka 100 persen, bandara juga tetap beroperasi untuk pelayanan penerbangan yang tadi disebutkan," kata Novie.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Jumlah Penumpang di Terminal Bekasi Naik Jelang Pemberlakuan Aturan Larangan Mudik
Kemenhub: Selain Transportasi Umum, Masyarakat Dilarang Mudik Pakai Mobil dan Motor
Kemenhub Diminta Alihkan Dana Mudik Gratis Bantu Sopir & Kondektur Terdampak Corona
Dimulai Besok, Larangan Mudik Paling Lama Berlaku Sampai 15 Juni 2020
Malam Ini, Kemenhub Turunkan Personel untuk Halau Masyarakat Nekat Mudik
Jelang Larangan Mudik, Terjadi Peningkatan Penumpang Bus Keluar Jakarta