MS Hidayat sebut industri rugi Rp 100 M per hari akibat banjir
Produktivitas sektor industri terus terganggu.
Banjir terus melanda beberapa wilayah di Indonesia, termasuk kawasan industri. Bencana ini mengakibatkan sektor ekonomi terhambat. Pengusaha sektor industri disebut-sebut mengalami kerugian hingga Rp 100 miliar.
Menteri Perindustrian MS Hidayat mengatakan, kerugian banjir bukan karena pabriknya tenggelam tapi karena penurunan produksi. Banyak karyawan yang terhambat masuk kerja, hingga distribusi yang terganggu.
"Produk yang mau disalurkan ke buyers atau ke pelabuhan terhenti atau terhambat dan menyebabkan terjadinya gangguan pada distribusi. Kerugian, saya mendengar lebih dari Rp 100 miliar per hari dari seluruh kawasan," ucap Hidayat di Kementerian Perindustrian, Jakarta, Kamis (23/1).
Kondisi ini membuat kinerja sektor industri menjadi tak maksimal. Imbasnya, konsumen bisa tidak percaya pada pelaku industri. "Meskipun buyer mengetahui terjadi gangguan alam tetapi tetap menjadi wanprestasi. Ditolerir tetapi tidak bisa berlama lama," tegasnya.
Mantan ketua umum Kadin ini mengaku khawatir jika musim hujan terus berlangsung. Sebab, produktivitas sektor industri terus terganggu. Hidayat meminta kepada seluruh industri agar mengejar ketertinggalan penjualan kali ini setelah musim hujan dan banjir berlalu.
"Harus di FU setelah selesai musim banjir ini recoverynya dengan memprioritaskan apa sehingga pada tahun tersisa bisa melakukan recovery. Kawasan paling parah di Subang," tutupnya.