LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Modal Rp 300.000, Tri Sulap Limbah Kertas Jadi Barang Bernilai Jual

Dia membuktikan bahwa dari kertas koran bekas dia bisa membuat tempat tisu, nampan, penutup gelas, berbagai bentuk lampu hias, bahkan kursi dan meja.

2018-12-22 18:00:00
UMKM
Advertisement

Tak ada rotan, koran bekas pun jadi. Semboyan itulah yang menjadi pegangan Tri Sugiarti (42), ibu dua anak asal Ulujami, Jakarta Selatan, dalam menjalankan usaha pemanfaatann limbah. Di tangan Tri, kertas koran bisa dipilin dan dianyam seliat batang rotan.

"Barang apa saja yang biasa dibikin dari batang rotan, saya bisa membuatnya dari kertas koran," ujarnya.

Tri tidak sekadar menepuk dada. Dia membuktikan bahwa dari kertas koran bekas dia bisa membuat tempat tisu, nampan, penutup gelas, berbagai bentuk lampu hias, bahkan kursi dan meja. Yang unik, barang-barang buatannya itu dalam sentuhan akhirnya semua dilapisi pelitur warna merah mahoni, serba mengkilat. Sepintas, tak ubahnya dengan rotan asli.

Advertisement

Berbagai barang kerajinan memang mirip dengan barang yang biasaanya dibuat dari kayu atau rotan. Meja yang dibuatnya pun mampu menahan beban 85 Kg. Bisa digunakan sebagai meja pelengkap sofa di ruang tamu. Kursi kertas koran buatannya pun sanggup menahan beban orang dewasa.

Ruang tamu di rumah Tri kini tak ubahnya sebagai show room. Di situ ada miniatur Monas setinggi satu meter, ada replika lampu petromaks tapi balon pijarnya diganti dengan bohlam listrik, ada rak buku, meja rias, dan sejenisnya. Semua terbuat dari kertas bekas.

Dedikasinya untuk memanfaatkan limbah kertas menjadi barang bermanfaat dan punya nilai jual itu mengantarkan Tri Sugiarti meraih berbagai penghargaan seperti Kalpataru dan lainnya. Nama Tri Sugiarti masuk dalam radar para pemburu barang-barang limbah yang umumnya datang dari kelas menengah yang menjadi bagian dari green community.

Advertisement

Dalam pandangan Ahmad Mukhlis Yusuf, Anggota Gugus Tugas Nasional Gerakan Nasional Revolusi Mental, Kementerian Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK), produk buatan Tri Sugiarti itu tak bisa hanya dilihat dari fungsinya.

"Justru, karena barang-barang itu dibuat dari bahan bekas, dia punya nilai yang tinggi di kalangan masyarakat yang menghargai kelestarian alam," tutur Mukhlis.

"Jadi, harga barang-barang kreasi milik Ibu Tri, tidak bisa dibandingkan dengan barang dari kayu, rotan apalagi plastik," Mukhlis menambahkan.

Menurut Mukhlis, barang-barang olahan dari limbah itu punya pasar tersendiri. Harga barang tak hanya ditentukan oleh tenaga dan bahan baku, juga oleh simpati para anggota green community itu terhadap upaya konservasi lingkungan. Karya yang keluar dari rumah Tri mendapat apresiasi.

Kiprah Tri Sugiarti di mulai dari 2013. Mula-mula dia bekerja sendiri. Perlahan, usahanya semakin besar. Lebih banyak pesanan datang. Kedua orang tuanya pun dilibatkan membantu, bahkan tetangga kanan kiri pun kini ikut membantu Tri untuk memilin kertas membuat semacam batang lentur seperti rotan yang menjadi inti struktur karya kerajinan manik-manik milik Tri.

"Saya memulai usaha ini setelah mengikuti pelatihan dan dengan modal pinjaman Rp 300.000 dari PKK. Bagi saya ada ide, langsung eksekusi," kata Tri.

Semakin banyak orang-orang seperti Tri Sugiarti ini terjun mengolah limbah dan membuat karya, berarti berkurang penggunaan bahan alam untuk keperluan yang sama. Di sinilah peran Tri Sugiarti. Sedikit atau banyak ia ikut membatasi eksploitasi alam.

Atas nama Kemenko PMK, Mukhlis menyampaikan apresiasinya kepada perajin limbah seperti Tri Sugiarti.

"Sosok seperti Tri Sugiarti ini bisa menjadi model untuk Gerakan Nasional Revolusi Mental (GNRM) yang bersandar pada nilai keutamaan etos kerja, integritas dan gotong royong. Ada pun tujuan GNRM itu sendiri adalah mendorong perubahan ke arah Indonesia yang lebih bersih, Indonesia Tertib, Indonesia Bersatu, Mandiri dan Melayani," kata Mukhlis.

Tri Sugiarti dipandang sebagai kaum perempuan yang telah mengubah pola berfikir dan pola bertindaknya dengan langkah berani, yakni menyulap limbah koran menjadi barang berguna yang diperlukan orang lain. "Dia telah masuk dalam gerakan Indonesia Bersih dan Indonesia Mandiri," kata Mukhlis lagi.

Baca juga:
Kisah Sukses Anastasia Soare, Jadi Miliuner Berkat Gambar Alis
Wanita Ini Mampu Raup Ratusan Juta Rupiah Lewat Bulu Mata Palsu
Melihat Kreasi Pengusaha Muda di The Big Start Indonesia 2018
7 Pekerjaan Pemberi Gaji Besar Tanpa Harus Berada di Kantor
Berasal Dari Daerah Kumuh di Iran, Kini Orang Ini Jadi Pengusaha Mainan Terbesar AS
Intip tips sukses Iwan Sunito, pengusaha properti RI berpengaruh di Australia

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.