Mobilitas Masyarakat Luar Jawa-Bali Menurun, Kecuali di Sumatera Barat dan NTT
Berdasarkan data google mobility, lima provinsi yang mengalami penurunan mobilitas antara lain Sumatera Utara (-7,0 persen), Riau (-5,3 persen), Kalimantan Timur (-10,2 persen). Lalu ada Papua (-8,3 persen) dan Sulawesi Selatan (7 persen).
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto melaporkan mobilitas masyarakat di berbagai provinsi luar Jawa-Bali mayoritas mengalami penurunan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
"Kita lihat mobilitas di berbagai daerah telah terjadi penurunan, terutama hampir di semua area menurun," kata Airlangga di Jakarta, Senin (9/8).
Berdasarkan data google mobility, lima provinsi yang mengalami penurunan mobilitas antara lain Sumatera Utara (-7,0 persen), Riau (-5,3 persen), Kalimantan Timur (-10,2 persen). Lalu ada Papua (-8,3 persen) dan Sulawesi Selatan (7 persen).
Sementara itu dua provinsi lainnya yakni Sumatera Barat dan Nusa Tenggara Timur (NTT) masih menunjukkan peningkatan mobilitas. Masing-masing 0,8 persen dan 2,8 persen.
"Kalau dilihat dua provinsi yang mobilitasnya masih di atas positif yaitu Sumatera Barat 0,8 persen secara rata-rata dan Riau di area pemukiman masih 5 persen dan NTT 22 persen (area taman)," kata dia.
Aktivitas Toko
Meski mobilitas masyarakat tertahan, namun aktivitas untuk toko makanan, apotek dan pemukiman masih menunjukkan peningkatan di berbagai wilayah luar Jawa-Bali.
"Seperti juga di Jawa yang masih diberikan keleluasaan ataupun terkait dengan kegiatan di toko makanan atau apotek di daerah pemukiman," kata dia.
Dia menambahkan, kenaikan indeks mobilitas sejalan dengan tren kenaikan kasus aktif. Sehingga perlu tetap dilakukan pengetatan mobilitas dengan PPKM.
(mdk/idr)