Mobil listrik karya tim Putra Petir cuma jadi mainan
Dasep Ahmadi mengaku sudah menulis surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono agar mobil listrik didukung penuh.
Salah satu putra petir yang juga pencipta mobil listrik Ahmadi dan bus listrik, Dasep Ahmadi menyayangkan belum turunnya izin uji kelaikan mobil listrik untuk uji coba di jalanan.
Dia mengaku, mobil listrik karyanya terpaksa mangkrak di markasnya di Depok dan tidak bisa dioperasikan serta diuji coba. Bahkan dia menyebut mobil listrik karyanya seakan hanya menjadi mainan.
"Mobil ini jadinya sayang, mubazir. Kita punya gagasan bagus. Beberapa kementerian (termasuk BUMN) sudah mendukung. Jadi mainan doang kan jadinya," ucap Dasep ketika dihubungi merdeka.com di Jakarta, Rabu (16/4).
Dasep mengklaim, tim Putra Petir sudah mampu memproduksi mobil listrik tingkat nasional. Dari proses membidani mobil listrik itu pula tercipta lapangan pekerjaan bagi masyarakat.
"Inovasi harus diberdayakan. Kita ingin dikasih ruang untuk orang-orang kita berkarya," tegasnya.
Dasep mengaku sudah menulis surat kepada Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dengan tebusan ke Kementerian Perhubungan agar mobil listrik didukung di Indonesia. Meski belum ada tanggapan, Dasep mengaku akan tetap melanjutkan program ini bersama tim Putra Petir lainnya.
"Kita akan terus improvement, riset terus berjalan dan kita siap siap saja untuk produksi," tutupnya.
(mdk/noe)