Minyak dunia anjlok, DPR minta pemerintah turunkan harga BBM
"Mungkin sudah saatnya pemerintah menurunkan harga penjualan BBM," ujar Fadel.
Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) meminta pemerintah menurunkan harga Bahan Bakar Minyak (BBM). Hal ini melihat harga minyak dunia yang anjlok hingga USD 30 per barel.
"Mungkin sudah saatnya pemerintah menurunkan harga penjualan BBM," ujar Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Fadel Muhammad di Gedung DPR RI, Jakarta, Selasa (2/2).
Namun, kata dia, DPR masih ingin melihat penetapan harga jual BBM pemerintah. Melihat sumber-sumber ketersediaan minyak bumi yang semakin menipis, DPR juga ingin melihat kesiapan pemerintah dalam membangun sumber energi pengganti minyak bumi, yakni gas.
"Kami juga ingin mendengar bagaimana pembangunan infrastruktur gas, mengingat cadangan gas kita besar, gas yang ada di beberapa daerah seperti di Kalimantan apakah bisa kita gunakan di Jawa atau mungkin ada pemikiran-pemikiran lain," kata Fadel.
Saat ini, Komisi VII DPR RI tengah menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi (Dirjen Migas) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) I Gusti Nyoman Wiratmadja, Direktur Utama PT PGN (Persero) Hendi Prio Santoso, dan Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Dwi Soetjipto.
RDP yang semula dijadwalkan mulai pukul 14.00 WIB, baru dapat dibuka sekitar pukul 15.00 WIB lantaran para anggota dewan harus menghadiri Sidang Paripurna DPR terlebih dahulu.
RDP kali ini mengagendakan sejumlah pembahasan yakni perhitungan harga BBM & Gas, Infrastruktur Migas dan lain-lain.
(mdk/sau)