LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Minta Maaf, Keluarga Terkaya Ini Bakal Sumbang Rp 150 Miliar

Keluarga terkaya di Jerman, yang memiliki bisnis Krispy Kreme Doughnuts, Panera Bread, Pret a Manger dan bisnis terkemuka lainnya, berencana menyumbangkan Rp 150 miliar setelah mendengar bahwa leluhur mereka adalah pengabdi Nazi, di bawah kepemimpinan Adolf Hitler.

2019-03-29 08:00:00
Orang terkaya
Advertisement

Keluarga terkaya di Jerman, yang memiliki bisnis Krispy Kreme Doughnuts, Panera Bread, Pret a Manger dan bisnis terkemuka lainnya, berencana menyumbangkan Rp 150 miliar setelah mendengar bahwa leluhur mereka adalah pengabdi Nazi, di bawah kepemimpinan Adolf Hitler.

Menurut laporan koran Jerman Bild yang dipublikasikan pekan lalu, beberapa dokumen rahasia ditemukan di Jerman, Prancis dan Amerika Serikat yang berisi tentang keterlibatan Albert Riemann Sr. dan Albert Riemann Jr menggunakan warga sipil Rusia dan tawanan perang Prancis sebagai pekerja paksa.

Juru bicara keluarga terkaya ini, Peter Harf yang juga mengelola Riemann's JAB Holding Company mengatakan telah melakukan penyelidikan internal sebagai tindak lanjut dari penemuan Bild dan semua yang terpampang adalah benar. Demikian dilansir dari South China Morning Post.

Advertisement

"Semua itu benar. Riemann Sr. dan Riemann Jr. bersalah.. mereka masuk penjara," ungkapnya.

Sebagai informasi, selain Krispy Kreme Doughnuts dan Pret a Manger, JAB Holding Company yang berbasis di Luksemburg telah mengendalikan saham di Keurig Green Mountain, Peet’s Coffee & Tea, Caribou Coffee Co., Panera Bread dan perusahaan lainnya. Bisnis inilah yang membuatnya menjadi keluarga terkaya di Jerman.

Bukan hanya perusahaan donat Krispy Kreme, banyak perusahaan Jerman yang diketahui menggunakan budak selama era Nazi.

Advertisement

Pada tahun 2000 saja, pemerintah Jerman mengeluarkan Rp 81,9 triliun untuk kompensasi kasus perbudakan di mana setengah jumlah uang berasal dari perusahaan seperti Bayer, Siemens, Deutsche Bank, Daimler-Benz, Volkswagen dan AEG.

Riemann Sr. dan Riemann Jr. yang meninggal di tahun 1954 dan 1984 merupakan ayah dan anak yang mengabdi pada Nazi. Hal ini tidak disangka sebelumnya karena mereka tidak membicarakan apa-apa tentang pengabdian terhadap Nazi.

Namun setelah membaca dokumen sejarah, generasi termuda Riemann mencari tahu jawaban atas rasa penasaran mereka dan menugaskan sejarawan Universitas Munich pada tahun 2014 untuk memeriksa sejarah Riemann lebih menyeluruh.

"Kita semua malu dan tidak ada yang perlu dielak. Kejahatan ini sangat menjijikan," tambahnya.

Keluarga Riemann akan mendonasikan Rp 150 miliar milik mereka setelah penelitian dari sejarawan telah selesai.

Reporter:Athika Rahma

Sumber: :Liputan6.com

Baca juga:
Menko Luhut: Buka Bisnis Startup, Anda Bakal Jadi Salah Satu Orang Terkaya Indonesia
Menengok Mobil Termahal di Dunia, Harganya Tembus Rp 270,4 Miliar
Miliarder Buka Lowongan Kerja Bisa Keliling Dunia dengan Gaji Rp 521 Juta
Kisah Sukses Langer, Jadi Miliuner karena Gagasan Ditolak Atasan
4 Orang Kaya di Indonesia Punya Supermarket
Bill Gates Kembali Masuk Klub USD 100 Miliar

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.