Minggu pagi, Menteri Rini gelar operasi bersih-bersih Kali Ciliwung
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bersama sejumlah direktur utama BUMN menggelar operasi bersih-bersih di sepanjang Kali Ciliwung dari Rindam Jaya, Condet, sampai Kalibata, Jakarta Timur. Acara ini untuk memperingati HUT Kementerian BUMN ke-60.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno bersama sejumlah direktur utama BUMN menggelar operasi bersih-bersih di sepanjang Kali Ciliwung dari Rindam Jaya, Condet, sampai Kalibata, Jakarta Timur. Acara ini untuk memperingati HUT Kementerian BUMN ke-20.
Dalam acara tersebut, Menteri Rini tampak antusias sebelum menaiki perahu karet. Selain memakai helm dan pelampung keselamatan, dia juga tidak luput mengenakan kacamata hitam.
"Saya dan Pak Asmawi di perahu nomor lima. Kita mau bersih-bersih kali dulu ya," kata Rini di Jakarta, dikutip Antara, Minggu (8/4).
Menteri Rini naik perahu karet di Kali Ciliwung ©2018 Merdeka.com
Dalam perahu tersebut, Menteri Rini didampingi Direktur Utama BTN, Maryono, Direktur Utama Askrindo, Asmawi Syam, dan Direktur Utama PT Waskita Karya, I Gusti Ngurah Putra.
Menteri Rini juga memegang jaring untuk mengambil sampah di bantaran sungai. Menteri BUMN dan rombongan mulai menaiki perahu sekitar pukul 07.20 WIB dan diperkirakan menyusuri Kali Ciliwung selama 2 jam hingga sekitar pukul 09.30 WIB.
Pada acara sebelumnya, Menteri Rini juga mengunjungi salah satu rumah pegawai Kementerian BUMN di Kalipasir, Cikini, Jakarta Pusat.
"Tadi pagi Ibu Menteri sudah membedah rumah salah satu pegawai di Kementerian BUMN. Memang yang selalu ditegaskan adalah kita tidak boleh lupa untuk membantu di lingkungan kita sendiri," kata Sekretaris Kementerian BUMN Imam Apriyanto Putro.
Baca juga:
Pemerintah siapkan sanksi atas insiden minyak tumpah di Teluk Balikpapan
Minyak tumpah di Balikpapan disebabkan buruknya peta navigasi laut Indonesia
Anggota DPR sentil intensitas pengawasan pipa Pertamina penyebab minyak tumpah
Pertamina kerahkan 21 kapal dan 234 petugas pembersihan tumpahan minyak Balikpapan
23 April, Garuda Indonesia terbang langsung Denpasar-Mumbai