LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Minggu Depan, Harga Gula dan Bawang Putih akan Kembali Normal

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan laporan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa harga gula akan kembali normal di kisaran Rp12.500 per kilogram (kg). Normalnya harga gula diperkirakan akan terjadi minggu depan.

2020-04-02 12:09:50
Presiden Jokowi
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mendapatkan laporan dari Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo bahwa harga gula akan kembali normal di kisaran Rp12.500 per kilogram (kg). Normalnya harga gula diperkirakan akan terjadi minggu depan.

"Terkait gula kata Pak Mentan sudah menyampaikan bahwa minggu depan harga akan turun pada kondisi normal lagi Rp12.500," ungkap Jokowi saat rapat terbatas untuk Persiapan Menghadapi Ramadhan dan Idul 2020 melalui telekonference di Istana Bogor, Jawa Barat, Kamis (2/4).

"Menyampaikan kepada saya bahwa gula juga sudah beberapa sudah masuk," tambah dia.

Advertisement

Tidak hanya gula, Jokowi juga mendapatkan kabar bahwa bawang putih juga kembali ke harga normal. Sekitar Rp20.000 hingga Rp30.000 per kg. "Kita harapkan bawang putih sudah turun minggu depan atau syukur ke normal harga Rp20.000 hingga Rp30.000," jelas Jokowi.

Sebelumnya, Kepala Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian Agung Hendriadi memperkirakan, minggu depan bawang putih dan gula pasir impor sudah masuk ke Indonesia. Sehingga, bisa memenuhi kebutuhan masyarakat.

"Untuk saat ini saya perlu sampaikan titik berat kita pada bawa putih dan gula pasir, mudah-mudahan akhir bulan ini atau minggu depan bawang putih dan gula pasir sudah mulai masuk, yang lainnya saya rasa aman, karena kita memproduksi terus," kata Agung dalam keterangan daringnya, Rabu (1/4).

Advertisement

Menurutnya, bawang putih sempat langka karena komoditas tumbuh di daerah sub-tropis, sedangkan Indonesia merupakan negara tropis, sehingga sangat sulit untuk memproduksi dalam negeri. Sementara gula pasir sempat langka karena Indonesia sebelumnya mengalami kemarau yang ekstrem, sehingga menyebabkan telatnya menggiling tebu.

"Gula kita ada keterlambatan giling karena cuaca kemarau tahun yang lalu, sehingga giling kita terlambat, gula baru kita giling," ujarnya.

Meski demikian, pemerintah melalui Kementerian Koordinator Perekonomian dan Kementerian Perdagangan telah membuat stimulus-stimulus untuk pemasukan bawang putih dan gula pasir, yakni dengan melakukan impor.

"Karena dua komoditas ini kita tergantung pada impor," ujarnya.

Sementara itu, untuk komoditas lain seperti beras, jagung, bawang merah, cabai, daging ayam dan telur masih cukup atau aman. Namun, yang terpenting sekarang adalah bagaimana tugas Kementerian pertanian menjaga para petani untuk terus mampu berproduksi.

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.