LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Meski Senang Genjot Ekonomi, Ramadan Diharap Tak Timbulkan Gelombang Baru Covid-19

Indonesia saat ini tengah berupaya melakukan transisi pandemi Covid-19 menjadi endemi. Aktivitas masyarakat diperkirakan akan terus meningkat menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Peningkatan aktivitas diharapkan tetap diiringi dengan kewaspadaan, agar tidak terjadi gelombang selanjutnya Covid-19.

2022-03-31 11:41:30
Ramadan
Advertisement

Indonesia saat ini tengah berupaya melakukan transisi pandemi Covid-19 menjadi endemi. Aktivitas masyarakat diperkirakan akan terus meningkat menjelang Ramadan dan Hari Raya Idulfitri. Peningkatan aktivitas diharapkan tetap diiringi dengan kewaspadaan, agar tidak terjadi gelombang selanjutnya Covid-19.

"Ini sangat positif dan saya berharap akan bisa dijaga meskipun kita mendekati bulan Ramadan dan hari raya Idulfitri," kata Menteri Keuangan Sri Mulyani dalam acara PPATK 3rd Legal Forum, Kamis (31/3).

Menteri Sri Mulyani mengatakan, pemerintah sudah semakin optimistis bahwa kegiatan ekonomi masyarakat akan semakin meningkat seiring dengan kemampuan pemerintah untuk menangani pandemi Covid-19. Apalagi hal ini diikuti dengan ketaatan protokol kesehatan.

Advertisement

"Kita berharap waktu dan aktivitas masyarakat akan meningkat. Namun kita harus tetap bisa menjaga agar tidak terjadi gelombang Covid-19 selanjutnya," tuturnya.

Ancaman Dunia

Dalam kesempatan itu, dia menegaskan pemerintah juga akan terus waspada dengan ancaman ekonomi dunia, termasuk perubahan iklim atau climate change. Bahkan menurutnya, di tengah pandemi, Presiden Joko Widodo hadir dalam forum presidensi G20 di Roma menyampaikan komitmen Indonesia untuk ikut Bersama negara-negara dunia secara adil, untuk menangani perubahan iklim.

Advertisement

"Indonesia sebetulnya untuk mengatasi perubahan iklim itu telah memiliki rencana aksi nasional penurunan emisi gas rumah kaca sejak 2011. Kemudian diterjemahkan dalam rencana aksi nasional adaptasi perubahan iklim pada 2014," jelasnya.

Komitmen juga ditunjukan pada 2015, di mana Indonesia termasuk negara yang menandatangani Paris Agreement. Dengan penandatanganan ini, Indonesia berkomitmen memiliki tekad untuk mengurangi Co2 sebesar 29 persen dengan upaya sendiri tanpa condition, dan bisa menurunkan lebih jauh sebesar 41 persen emisi karbon dengan dukungan global.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.