Meski musim kampanye, pendapatan Lion Air tak melonjak
Tarif sewa pesawat musim kampanye berkisar USD 7 ribu-USD 9 ribu per jam.
Pendapatan Lion Air diperkirakan tidak akan melonjak, meskipun pesawatnya disewa partai atau tokoh politik untuk berkampanye. Soalnya, pada saat bersamaan juga terjadi penurunan jumlah penumpang reguler.
"Musim sepi. Kalau maret biasanya ada penurunan jumlah penumpang. Kan bukan musim liburan anak sekolah. Lupa penurunannya berapa," ujar Direktur Umum Lion Air Edward Sirait kepada merdeka.com, Sabtu (29/3).
Seperti diketahui, PDI Perjuangan menjadi salah satu penyewa pesawat Lion Air, Boeing 737-800, selama satu bulan. Menurut Edward, tarif sewa berkisar USD 7 ribu-USD 9 ribu per jam.
"Tapi itu kan dihitung berdasarkan tujuan perjalanan. Karena harga bahan bakar di Jawa dan luar jawa beda, belum tarif parkirnya, nginep apa enggak."
Sebagai ilustrasi, tarif sewa pesawat ke Kalimantan USD 7 ribu per jam, Bali USD 7.500 per jam. Jika ke luar negeri, semisal Singapura dikenakan tarif sewa USD 9.500 per jam.
"Belum tarif parkir kan, yang saya tahu kalau di Bali itu yang VIP USD 2.500 per jam," ucapnya.
Edward juga tidak membantah jika armada Lion Air juga dimanfaatkan untuk kepentingan politik sang pemilik Rusdi Kirana, menjabat Wakil Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).
"Kalau itu urusan bos. Kan beda kalau dibawa bos sendiri sama carter," tegasnya.
Baca juga:
Dikira warga bagikan duit, Jokowi ternyata beri kaos dan stiker
Di Pasar Cisarua, Jokowi beli buah dan sepatu boot
Caleg Demokrat 'wanita emas' sebut Jokowi buruk kinerjanya
Sebelum kampanye, SBY dijadwalkan nge-mal di Semarang
Kampanye bagi-bagi duit, 'wanita emas' yakin raup suara