Meski Membaik, Sri Mulyani Ingatkan Masih Ada Ancaman Mengintai Ekonomi RI
Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan, kondisi ekonomi Indonesia mengalami perbaikan meski pandemi masih berlangsung. Hal ini tercermin dari beberapa faktor mulai dari penanganan Covid-19 hingga aktivitas ekonomi yang berangsur pulih.
Menteri Keuangan Sri Mulyani membeberkan, kondisi ekonomi Indonesia mengalami perbaikan meski pandemi masih berlangsung. Hal ini tercermin dari beberapa faktor mulai dari penanganan Covid-19 hingga aktivitas ekonomi yang berangsur pulih.
Meski begitu, dirinya mengingatkan agar masyarakat Indonesia selalu waspada karena lonjakan kasus Covid-19 bisa terjadi kapan saja.
"Lonjakan kasus Covid-19 di India yang sangat dramatis ini menjalar ke berbagai negara dan menimbulkan ketidakpastian lagi," ujar Sri Mulyani dalam rapat paripurna DPR, Kamis (20/5).
Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia ini menekankan pentingnya solidaritas seluruh negara untuk menangani penyebaran Covid-19 agar pandemi ini segera selesai, misalnya dalam penyediaan vaksin.
Akses vaksin harus tersedia di seluruh negara secara merata. Dirinya menyebutkan, negara dengan akses dan kemampuan vaksinasi yang tinggi memiliki potensi untuk pulih lebih cepat.
Oleh karenanya, jika masalah vaksin belum selesai, maka pandemi masih akan tetap berlangsung. "Memadainya vaksin bagi seluruh negara juga semakin mendukung terjadinya pemulihan di mana saat ini, beberapa indikator ekonomi telah menggambarkan perbaikan," katanya.
Misalnya, pasar keuangan global cenderung stabil tercermin dari turunnya indeks volatilitas di pasar saham dan pasar obligasi global. Aliran modal ke negara berkembang seperti Indonesia juga menunjukkan tren yang positif.
Reporter: Athika Rahma
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Di Sidang Paripurna DPR, Menteri Sri Mulyani Ungkap Ekonomi Berada di Tren Perbaikan
Di Sidang Paripurna, Sri Mulyani Tetapkan Pertumbuhan Ekonomi 2022 Capai 5,8 Persen
Ada Diskon Pajak, Penjualan Mobil April 2021 Melonjak 227 Persen
Peluang & Tantangan Indonesia saat Ekonomi China dan Amerika Serikat Berangsur Pulih
Realisasi Penyaluran Dana PEN Capai Rp172 Triliun Hingga 11 Mei
Menengok Tantangan Pemulihan Ekonomi di AS Hingga Asia