Meski Dibayangi Kasus Covid-19, Ekonomi Dunia Diramal Tetap Tumbuh 5,7 Persen di 2021
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menuturkan, pertumbuhan ekonomi global akan berlangsung lebih seimbang. Artinya tak hanya bertumpu pada pertumbuhan Amerika Serikat dan China, tapi juga dipengaruhi perbaikan ekonomi di Eropa, Jepang dan India.
Bank Indonesia optimistis pertumbuhan ekonomi global sesuai prediksi yang berada di angka 5,7 persen sepanjang 2021. Prediksi itu masih dipertahankan BI meski saat ini ekonomi global dibayangi oleh gangguan rantai pasok dan kenaikan kasus Covid-19.
Gubernur Bank Indonesia, Perry Warjiyo menuturkan, pertumbuhan ekonomi global akan berlangsung lebih seimbang. Artinya tak hanya bertumpu pada pertumbuhan Amerika Serikat dan China, tapi juga dipengaruhi perbaikan ekonomi di Eropa, Jepang dan India.
"Perkembangan tersebut didorong oleh akselerasi tingkat vaksinasi, stimulus kebijakan dan pemulihan kegiatan usaha secara bertahap," terangnya dalam konferensi pers, Kamis (16/12).
Dia menyebutkan ada berbagai indikator yang diterapkan hingga November 2021, menunjukkan tren yang positif. Di antaranya Purchasing Manufacturing Index, keyakinan konsumen, dan penjualan ritel menunjukkan pemulihan yang terus berlangsung.
"Di tengah indikator waktu transportasi ataupun tracing manager index, suppliers delivery time index barang global yang masih tertahan," katanya.
"Dengan perkembangan tersebut, BI perkirakan ekonomi dunia sesuai prakiraan kami sebelumnya 5,7 persen pada 2021. Dan 4,4 persen pada 2022," imbuhnya.
Kenaikan Volume Perdagangan
Selanjutnya, telah terjadi kenaikan volume perdagangan dan harga komoditas. Sehingga hal ini dipandang mampu menopang prospek ekspor negara berkembang.
"Sementara itu Ketidakpastian pasar keuangan global juga masih berlanjut di tengah penyebaran Covid-19 varian Omicron dan pengumuman siklus pengetatan kebijakan moneter yang ditempuh bank sentral AS The Fed yang lebih cepat," terangnya.
Hal ini diprediksi mengakibatkan adanya batasan aliran modal dan tekanan nilai tukar di negara berkembang, termasuk Indonesia.
Reporter: Arief Rahman Hakim
Sumber: Liputan6.com