Meski berat, pemerintah target angka kemiskinan 8-10 persen
Tahun lalu, penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi membuat jumlah penduduk miskin bertambah.
Kementerian Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Kemenko Kesra) menilai tahun ini Indonesia masih dibebani pekerjaan rumah pemberantasan kemiskinan. Tahun lalu, penaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi membuat jumlah penduduk miskin bertambah. Itu belum ditambah tingginya inflasi dan penaikan harga pangan akibat bencana.
Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyar Agung Laksono meyakini angka kemiskinan di tahun ini bakal berkurang. Diapun berani menargetkan angka kemiskinan berkurang menjadi 8 persen hingga 10 persen.
"Meski sulit dengan kondisi ini untuk dapat menembus dibawah angka 10 persen," ujarnya seperti dikutip di laman resmi Kemenko Kesra, Jakarta, Minggu (2/2).
Menurutnya pemerintah pusat maupun daerah dituntut untuk dapat menurunkan angka kemiskinan di wilayah masing-masing yang berpengaruh secara nasional. Belum lama ini, Kemenko Kesra telah menyerahkan Bantuan Langsung Masyarakat (BLM) PNPM Kabupaten Boalemo dan PNPM Provinsi Gorontalo di Boalemi Sulawesi Utara.
Menurutnya masih banyaknya pengangguran, akses permodalan rendah dan rasio pengeluaran tinggi untuk biaya pendidikan dan kesehatan menjadi tantangan bersama untuk memaksimalkan program mengurangi kemiskinan baik melalui BSM (bantuan siswa miskin), Raskin serta PNPM.
(mdk/yud)