LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Teten Target Peringkat Wirausaha Indonesia di Dunia Naik ke Posisi 60

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki ingin, meningkatkan peringkat Global Entrepreneur Index (GEI) Indonesia ke posisi 60. Saat ini Indonesia baru berada di ranking 75 dengan nilai 3,18 persen.

2022-05-12 16:11:24
UMKM
Advertisement

Menteri Koperasi dan UKM, Teten Masduki ingin, meningkatkan peringkat Global Entrepreneur Index (GEI) Indonesia ke posisi 60. Saat ini Indonesia baru berada di ranking 75 dengan nilai 3,18 persen.

Menteri Teten mengungkapkan cara meningkatkan GEI dengan menambah 1 juta wirausaha baru. "Kita ingin menikkan global entrepreneur index, saat ini kita di ranking 75, kita dorong sampai di ranking 60," kata dia dalam konferensi pers di Kementerian Koperasi dan UKM, Kamis (12/5).

Dengan membaiknya peringkat yang ditarget dalam dua tahun kedepan itu, Menteri Teten menyebut ada keuntungan yang akan didapatkan Indonesia. Salah satunya adalah investasi yang masuk.

Advertisement

Lebih jauh, dengan masuknya investasi, akan juga berkibat pada pembukaan lapangan kerja. Apalagi, saat ini sektor UMKM berperan besar dalam pembukaan lapangan kerja di Indonesia.

"Kalau kita memperbaiki ekosistem bisnis kita, akan lebih mudah orang berusaha, Indonesia akan mendapat keuntungan, ada investasi masuk," katanya.

"Dan kita butuh investasi itu untuk membuka lapangan kerja, tentu nanti share kepada PDB, pajak, dan ekspor (meningkat)," katanya.

Advertisement

UMKM Tekan Angka Impor

Di sisi lain, Menteri Teten ingin wirausaha atau UMKM ini nantinya tak hanya berorientasi ekspor saja. Tapi juga menyasar pasar domestik.

"Sebenarnya kita menumbuhkan wirausaha mapan bukan untuk tujuan ekspor saja, tapi banyak juga jadi substitusi impor, market besar, justru UMKM (bisa) mendominasi market dalam negeri, termasuk pasar ekonomi digital," katanya.

"Saya kira target kita kesana, ekspor maupun substitusi impor, terutama di pangan, model bisnis yang kita kembangkan misalnya korporatisasi pangan, ekosistem kemudahan untuk ekspor terkait setifikasi, terkait pembiayaan ekspor, pelatihan dan sebagainya termasuk promosi," tambahnya.

Reporter: Arief Rahman

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.