LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Susi: Sekarang yang punya ikan hanya Indonesia

"Potensi perikanan kita luar biasa," ucap Susi.

2016-03-30 11:26:40
Susi Pudjiastuti
Advertisement

Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti menegaskan saat ini sumber daya perikanan yang masih banyak di lautan dunia kebanyakan ada di kawasan perairan Indonesia. Oleh karena itu wajib hukumnya untuk menjaga keberlanjutannya.

"Potensi perikanan kita luar biasa, karena sekarang yang punya ikan hanya Indonesia," kata Menteri Susi seperti ditulis Antara, Rabu (30/3).

Susi mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk menjaga sumber daya perikanan karena masyarakat Indonesia hanya memiliki lautan. Sedangkan sektor lainnya seperti pertambangan, banyak warga biasa yang tidak memiliki akses ke kawasan tambang.

Advertisement

Selain perikanan tangkap, Susi juga mengingatkan bahwa potensi budidaya perikanan juga luar biasa besar yaitu sekitar 5 juta hektare yang perlu diberdayakan secara optimal.

Susi menyebut, sejumlah kawasan yang telah memberdayakan budidaya perikanan secara optimal di lautan luas antara lain di Norwegia dan Skotlandia. "Berkelanjutan harus menjadi inti, karena tanpa manajemen perikanan yang berkelanjutan, maka ikan juga akan habis," katanya.

Di lain hal, Susi meyakini pihak perbankan dalam negeri dapat turut berkontribusi dalam mengembangkan perikanan Indonesia yang berkelanjutan dengan menerapkan persyaratan keberlanjutan bagi pengusaha perikanan yang ingin mendapatkan kredit dari bank itu.

Advertisement

Dengan demikian, menurut Menteri Susi, maka pihak perbankan nasional jangan asal dalam memberikan uang begitu saja, tetapi menyalurkannya kepada pengusaha yang sadar akan kelestarian lingkungannya.

"Kalau pengusaha hanya melihat keuntungan hari ini saja, berarti mereka tidak bertanggung jawab karena mereka hanya mengandalkan keuntungan semata," katanya.

Kemudian, Susi juga mengingatkan bahwa bila bisnis kelautan dan perikanan tidak berkelanjutan, maka kesejahteraan bagi seluruh pemangku kepentingan sektor kelautan dan perikanan juga tidak akan pernah bisa dicapai.

Direktur Jenderal Budidaya Perikanan KKP, Slamet Soebjakto mengatakan, pihaknya juga bakal mengadakan ajang Indoaqua-Asia Pacific Aquaculture di Surabaya, 26 April mendatang.

Sedangkan Direktur Jenderal Penguatan Daya Saing Produk Perikanan KKP, Nilanto Perbowo mengatakan, acara forum bisnis dan investasi tersebut dalam rangka meningkatkan kerja sama bisnis dan investasi baik di hulu maupun hilir sektor kelautan dan perikanan.

Baca juga:
Menteri Susi bakal libatkan perbankan majukan industri perikanan
Dituding Wapres JK bikin susah rakyat, ini jawaban Menteri Susi
Susi minta China serahkan kapal Kway Fey yang masuk ilegal ke Natuna
China sempat minta Indonesia tak umbar kasus KM Kway Fey
Demo sopir taksi, rombongan Kapolri dan Menteri Susi tak bisa lewat
Panasnya hubungan RI-China dari masalah pencurian ikan hingga Natuna
5 Fakta China arogan, kirim kapal terobos Natuna bela pencuri ikan

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.