LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Susi protes nilon untuk jaring nelayan dikenakan bea masuk

"Semua yang untuk produktivitas harus dimudahkan, dibebaskan," tutupnya."

2015-09-11 14:41:45
Susi Pudjiastuti
Advertisement

Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti tak henti-hentinya mengajukan protes terhadap aturan kementerian perdagangan yang menerapkan bea masuk impor jaring nilon untuk nelayan. Menurut Susi, pengenaan bea masuk benang nilon impor membuat harga jaring nilon menjadi mahal dan menyulitkan nelayan.

Dari informasi yang diperoleh Susi dari kementerian perdagangan, nilon untuk jaring dikenakan bea masuk karena dikategorikan sebagai tekstil dan harus diproteksi. Namun, menurut Susi ada perbedaan antara nilon dan tekstil yang belum diketahui orang banyak.

"Jaring nilon masih masuk tekstil yang diproteksi. Jaring kenapa kena PPN dan bea masuk," ujar dia kantornya, Jakarta, Jumat (11/9).

Advertisement

Jaring atau benang nilon menurut Susi seharusnya tidak masuk sebagai barang yang diproteksi. Alasannya, pasokannya benang nilon masih bergantung pada impor, sedangkan produksi dalam negeri masih terbatas. sehingga tidak ada yang perlu diproteksi.

"Semua yang untuk produktivitas harus dimudahkan, dibebaskan," tutupnya.

Susi tidak kali ini protes terkait aturan bea masuk benang nilon. Februari lalu, Susi berseloroh bakal menghadiahkan Menteri Perdagangan Rachmat Gobel (sekarang diganti Thomas Lembong) baju jaring berbahan nilon.

Advertisement

Ini sebagai bentuk protes Susi lantaran impor nilon tetap dikenakan bea masuk 30 persen. Menurut Susi, jika nilon dianggap tekstil, kenapa menteri perdagangan tidak menggunakan baju nilon saja.

"Nanti kami kirim sama Pak Rahmat Gobel baju dari nilon jaring itu pak," kata Susi disambut tawa dan tepuk tangan peserta Food Security Summit di Jakarta Convention Center, Jumat (13/2).

Susi meminta Kementerian Perdagangan tak mengenakan bea masuk impor nilon. Sebab, itu membuat harga jaring ikan menjadi mahal, tak terjangkau nelayan miskin. "Jadi jaring nelayan bayar bea masuk 30 persen," ucapnya.

Susi pernah mengungkapkan harga jaring ikan di Indonesia termahal di kawasan regional. Nelayan Tanah Air yang kebanyakan hidup miskin tak mampu membelinya.

"Harga jaring nelayan di Singapura saja hanya seperempat harga jaring Indonesia."

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.