Menteri Susi minta China pahami penegakan hukum pencurian ikan RI
Kapal AL China telah menerobos batas wilayah RI di Laut China Selatan.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengatakan tindakan kapal penjaga pantai (coast guard) milik Angkatan Laut China yang nekat menerobos perbatasan telah mengintervensi proses penegakan hukum terhadap pemberantasan illegal, unreported, and unregulated (IUU) Fishing.
Tak hanya menerobos perbatasan, mereka juga menabrak dan menarik paksa kapal KM Kway Fey 10078 asal negeri tirai bambu yang ditangkap operasi gabungan Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama TNI AL.
Untuk itu, dia meminta agar pemerintah China bisa memisahkan antara penegakan hukum atas pemberantasan IUU Fishing dengan kepentingan lain yang bersifat kenegaraan. Sebab, konflik yang terjadi disebabkan, pemerintah China beranggapan kapal yang ditangkap tersebut masih di lautan China, di mana sekitar lebih dari 80 persen wilayah Laut China Selatan diklaim China.
"IUU Fishing itu tindakan kriminal yang seluruh dunia sepakat untuk menghentikan, termasuk China dengan Indonesia berkomitmen memerangi itu," ujar Susi di kantornya, Jakarta, Senin (21/3).
Dia menegaskan, pemerintah China tidak boleh melindungi tindakan IUU Fishing. Selain itu, sebagai negara bertetangga, seharusnya China bisa membantu penghentian IUU Fishing termasuk yang dilakukan oleh kapalnya sendiri.
"Filipina dan Thailand juga sudah berkomitmen. Mereka tidak melakukan intervensi atas penegakan hukum IUU Fishing kita. China tidak menghormati penegakan hukum di Indonesia. Padahal, China menjadi contoh dari penegakan hukum, seperti korupsi," kata dia.
Seperti diketahui, demi menyelamatkan kapal nelayan yang memasuki Laut Natuna secara ilegal, kapal penjaga pantai (coast guard) milik Angkatan Laut China nekat menerobos perbatasan. Tak hanya itu, mereka juga menabrak dan menarik paksa kapal yang baru saja ditangkap operasi gabungan Kementerian Kelautan dan Perikanan bersama TNI AL.
Sontak saja, kejadian ini membuat hubungan kedua negara memanas. Indonesia, melalui Kementerian Luar Negeri, mengecam keras pelanggaran wilayah. Ditambah lagi, AL China sengaja menghalang-halangi upaya penangkapan kapal nelayan ilegal.
Baca juga:
Ogah lepas ABK, Menteri Susi malah desak China serahkan KM Kway Fey
China tak merasa salah ganggu penangkapan ilegal fishing di Natuna
Menteri Susi sebut klaim China atas wilayah Natuna tak diakui dunia
Fahri Hamzah: Pak Jokowi pimpin sendiri, jangan suruh Ibu Susi!
Ini peta lokasi bentrok TNI AL & AL China di Laut Natuna
Kapal China langgar wilayah di Natuna, Pemerintah RI protes keras
China desak Indonesia bebaskan 8 pekerja kapal Kway Fey