Menteri Susi: Lele itu produk impor, ekornya saja yang lokal
Susi mengatakan produksi ikan lele komponennya hampir seluruhnya berasal dari impor.
Kebijakan pemerintah lama membuat Menteri Perikanan dan Kelautan, Susi Pudjiastuti geleng-geleng kepala. Dia merasa, selama ini rakyat Indonesia justru tidak bisa menikmati hasil perikanannya yang begitu melimpah.
Menurutnya, selama ini rakyat hanya makan ikan budidaya. Bahkan ikan budidaya ini bisa juga dibilang produk impor. Pasalnya, 85 persen komponen produksinya berasal dari impor. Contohnya adalah ikan lele.
"Ikan lele itu kelihatannya saja lokal, tapi ibu-ibu tahu komponennya itu impor, pakannya," kata Susi saat menjadi pembicara dalam dialog Perempuan Anti Korupsi di Hotel Grand Tjokro, Yogyakarta, Rabu (10/12).
Susi menilai jika pakannya impor itu sama saja ikan lele adalah produk impor. "Kepala sama dagingnya jadinya impor, yang lokal tinggal ekornya saja," ujarnya.
Padahal seharusnya rakyat Indonesia bisa menikmati ikan laut yang jauh lebih besar. Sayangnya, karena banyak pencurian ikan, para nelayan hanya mendapatkan sisa ikan-ikan laut yang kecil-kecil, sementara ikan besar sudah dicuri kapal-kapal asing.
"Paling apa? Ikan asin doang yang kita makan, iya kan?" ungkapnya.
Dia melihat pencurian ikan tersebut berdampak pada perubahan pola makan orang Indonesia, yang dahulu biasa makan ikan laut kini hanya bisa menikmati ikan budidaya.
"Pencurian ikan itu berimbas pada pola makan orang Indonesia, benarkan? Lele impor saja yang dimakan," tandasnya.
Baca juga:
Serbuan gula impor bikin pabrik gula BUMN rugi Rp 2,5 triliun
Jokowi malu ditanya Presiden Myanmar
Menteri Susi sindir Kemendag dan Kemenperin soal impor garam
Keresahan petani tambak usai Singapura hentikan impor kepiting
Singapura hentikan ekspor kepiting, petani tambak resah
Menteri Susi janji Indonesia setop garam impor dalam 3 tahun
Menteri Susi curhat Ekspor ikan RI cuma nomor 5 di ASEAN