Menteri Susi geram kapal asal Hong Kong tangkap ikan pakai bom
Bahan pembuatan bom didapatkan dari Indonesia. Dari situ Susi menduga, ini aksi sindikat besar.
Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti mengakui sulitnya membatasi kapal asing di Indonesia. Meski sudah menerapkan moratorium atau penghentian sementara izin kapal asing, nyatanya kementerian Kelautan dan Perikanan menyerah dan akhirnya memberikan izin pada kapal asal Hong Kong.
Susi berdalih, sebenarnya pihaknya tidak ingin memperpanjang izin kapal Hong Kong melaut di Indonesia. Namun, mereka melakukan lobi-lobi ke berbagai pihak hingga akhirnya mendapatkan izin.
"Agennya ini melobi kemana-mana. Sampai akhirnya kami kasih izin. Tapi kami berkomitmen untuk tidak memperpanjang izin mereka," ujarnya di kantornya, Jakarta, Selasa (8/9).
Dia tidak bisa menahan kekesalannya pada kapal Hong Kong. Sebab, kapal tersebut melakukan destructive fishing. Maksudnya, menangkap ikan menggunakan bom. Dengan bahan dasar pupuk, mereka merakit bom potasium. Akibatnya, ekosistem alam rusak parah, termasuk terumbu karang.
"Kenapa tidak boleh ada kapal dari Hong Kong masuk ke sini (Indonesia)? Karena mereka juga bawa rakitan bom penangkap ikan ke sini. Cara tangkap yang merusak amat berbahaya," tegas mantan Bos Susi Air ini.
Dari hasil penelusurannya, bahan pembuatan bom bukan didapatkan dari Hong Kong, melainkan dari Indonesia. Dari situ dia menduga, ini aksi sindikat besar.
"Kami ingin kejar adalah bagaimana mereka bisa masuk ke tempat-tempat pengepul dan memasok potasium. Ini bukan bisnis kecil, sindikatnya besar sekali," tutupnya.
(mdk/noe)