Menteri Sri Mulyani Janji Terus Perkecil Peran Asing di Utang RI
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, ingin mengurangi porsi kepemilikan utang asing di Indonesia. Saat ini, kepemilikan utang asing di Indonesia masih sekitar 30 persen, lebih tepatnya 38,49 persen. Hal tersebut dilakukan agar ekonomi Indonesia tidak mudah terganggu oleh gejolak ekonomi dunia.
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati, ingin mengurangi porsi kepemilikan utang asing di Indonesia. Saat ini, kepemilikan utang asing di Indonesia masih sekitar 30 persen, lebih tepatnya 38,49 persen.
"Saat ini sekitar 30 persen kita harapkan bisa mencapai 20 persen pada masa yang cukup dekat," ujar Menteri Sri Mulyani di Gedung DPR, Jakarta, Senin (19/8).
Menteri Sri Mulyani mengatakan, Kemenkeu akan memperbesar peran domestik dalam pembiayaan utang. Hal tersebut dilakukan agar ekonomi Indonesia tidak mudah terganggu oleh gejolak ekonomi dunia.
"Ya kita semakin besar basis domestik, akan menimbulkan lebih banyak stabilisasi karena memahami kondisi market kita, tidak mudah untuk dipicu oleh perubahan policy yang berasal dari luar," jelasnya.
Rencana ini, kata Mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia tersebut, membutuhkan lebih banyak sosialisasi kepada masyarakat. Kemenkeu akan terus mengupayakan agar rencana memperkecil peran asing dalam utang bisa terwujud.
"Pokoknya kita usahakan terus saja (utang asing turun), kalau Indonesia sekarang growing middle class kita sudah cukup tumbuh tinggi," tandasnya.
Baca juga:
Penjelasan Menteri Sri Mulyani Soal Peluang Defisit APBN Berganti Surplus
Masalah Utang Berbunga, Ponakan Bunuh Paman di Nganjuk
Pemerintah Jokowi Tambah Utang Rp 351,9 Triliun di 2020
Presiden Jokowi Patok Besaran Penarikan Utang 2020 Sebesar Rp 307,2 Triliun
Inilah Daftar Penggunaan Utang Asing Oleh Pemerintah Jokowi
Bank Sentral Catat Utang Asing Indonesia Tembus Rp 5.594 T, Tumbuh 10 Persen
Menko Luhut: SoftBank Bakal Suntik Dana ke Aruna