Menteri Sofyan: Objek wisata Indonesia bisa lebih dari 100 Maldives
Perlu ada perbaikan dalam objek wisata, termasuk kebersihan dan aksesnya.
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli berjanji memfokuskan diri dan memberikan perhatian lebih pada pengembangan sektor pariwisata. Karena sektor ini sangat potensial dalam kerangka pembangunan ekonomi nasional.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Sofyan Djalil mendukung langkah ini. Namun diperlukan kebijakan cepat untuk mendorong sektor pariwisata.
Pariwisata menjadi sektor strategis karena Indonesia memiliki kekayaan alam tak tertandingi. Karena itu Sofyan yakin mampu membangun pariwisata seperti Maldives.
"Orang mengatakan Indonesia punya lebih dari 100 Maldives sumber objek pariwisata cukup baik," ujarnya di Kantornya, Jakarta Pusat, Rabu (19/8).
Untuk memaksimalkan sektor pariwisata, pemerintah dan masyarakat harus saling mendukung. Karena permasalahan sepele seperti kebersihan dan toilet bisa membuyarkan segalanya.
"Bagaimana perbaiki destinasi, WC bersih, restoran bersih. Orang, masyarakat lihat bule tidak diikuti dari belakang," terangnya.
Bila pola pikir masyarakat diubah, maka bukan tidak mungkin sektor pariwisata menjadi primadona Indonesia. Keberhasilan pengembangan sektor ini juga dapat dirasakan masyarakat. "Ini mungkin mikro tapi inilah yang punya dampak luar biasa," tutupnya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Rizal Ramli memimpin rapat perdana antar kementerian di bawah naungannya. Dalam rapat perdana tersebut, Rizal mengaku bakal memfokuskan diri dalam pengembangan sektor pariwisata.
"Kali ini kita fokus sektor pariwisata, kalau mau kembangkan pariwisata harus dapat dukungan infrastruktur, karena itu kita undang perhubungan, kelautan, ESDM, dan pariwisata," ujar Rizal di kantornya, Jakarta, Selasa (18/8).
Rizal menegaskan, sektor pariwisata sangat potensial dalam peningkatan lapangan pekerjaan. Syaratnya harus didukung seluruh sektor seperti ESDM, Perhubungan dan Kelautan.
"Supaya bisa menarik manfaat dari segi maritim. Juga dari segi kelautan. Karena ada negara yang hidup dari marine tourism seperti Maldives dan Thailand. Saya panggil juga Dirjen Migas ESDM dan Dirjen Kelistrikan, karena mau bangun kawasan wisata itu harus ada listriknya, jangan mimpi ada wisatawan kalau tidak ada listrik," kata dia.
Mantan menko perekonomian era Gus Dur ini menambahkan banyak negara besar bisa hidup dari pengembangan pariwisata. Semisal Italia dan Spanyol. Sektor pariwisata juga diyakini dapat mengembangkan usaha di sektor lain seperti industri kreatif dan usaha nelayan lokal.
"Sebetulnya ekonominya paling besar itu pariwisata," tegasnya.
(mdk/noe)