LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Rini resmi tambah dua direksi baru Pertamina

Dengan penambahan dua pejabat tersebut maka total direksi Pertamina menjadi sembilan orang.

2016-10-20 19:22:55
Pertamina
Advertisement

Menteri BUMN, Rini Soemarno menambah dua jabatan baru direktur PT Pertamina (Persero) yaitu Ahmad Bambang sebagai Wakil Direktur Utama dan Rachmat Hardadi sebagai Direktur Megaproject Pengolahan dan Petrokimia.

Penunjukan dua direksi baru Pertamina tersebut diputuskan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa (RUPSLB) Pertamina yang dihadiri Deputi Bidang Usaha Energi, Logistik, Kawasan dan Pariwisata Kementerian BUMN Edwin Hidayat, dan komisaris Pertamina di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (20/10). Demikian ditulis Antara.

Komisaris Utama Pertamina, Tanri Abeng mengatakan, dengan penambahan dua pejabat tersebut maka total direksi Pertamina menjadi sembilan orang.

Advertisement

Ahmad Bambang sebelumnya menjabat sebagai Direktur Pemasaran Pertamina, sedangkan Rachmad Hardadi sebelumnya menjabat Direktur Pengolahan Pertamina.

"Pertamina merupakan perusahaan energi dalam skala besar yang mengelola minyak dan gas dari hulu ke hilir. Jadi pengelolaannya harus secara holistik dan fokus pada bidang eksplorasi dan eksploitasi," kata Tanri.

Khusus Direktur Megaproyek Pengolahan dan Petrokimia yang ditempati Rahmad Hardadi, Tanri menjelaskan direktorat tersebut akan menangani proyek dengan skala raksasa.

Advertisement

Setidaknya, tambah Tanri, saat ini Pertamina menangani empat proyek besar refinery yang harus dikerjasamakan untuk meningkatkan kapasitas. Total investasi ke empat proyek tersebut diperkirakan mencapai USD 30 miliar sampai USD 40 miliar dalam 5-6 tahun ke depan.

Salah satu kilang yang dimaksud yaitu pembangunan kilang Tuban yang sedang dirancang membentuk perusahaan patungan dengan perusahaan raksasa migas Rusia, Rosneft. "Sudah seharusnya Pertamina sebagai BUMN terbesar Indonesia harus fokus menangani proyek-proyek besar," ujar Tanri.

Untuk itu, dia berharap, Ahmad Bambang dan Rachmat Hardadi dengan pengalaman yang dimiliki mampu menangani tugas yang diberikan pemegang saham untuk mengembangkan Pertamina menuju perusahaan berskala global.

Baca juga:
Strategi ESDM tangkal kerugian Pertamina akibat harga BBM di Papua
Kondisi terkini usai Jokowi marah harga BBM di Papua Rp 100.000
Pertamina angkut BBM Papua gunakan pesawat kapasitas 4.000 liter
Jokowi ke Pertamina: Harga BBM eceran di Papua masih ada Rp 25.000
Buat harga BBM murah di Papua, bos Pertamina ajak swasta bangun SPBU

(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.