Menteri Rini Masih Kaji Harga Avtur Bisa Turun
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memastikan akan mengkaji kembali struktur biaya avtur PT Pertamina (Persero). Terlebih lagi, Kementerian ESDM baru saja mengeluarkan formula baru dalam penentuan harga avtur.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno memastikan akan mengkaji kembali struktur biaya avtur PT Pertamina (Persero). Hal tersebut menyusul adanya keluhan avtur milik Perseroan itu lebih tinggi dibandingkan dengan negara-negara lain.
"Nanti dibicarakanlah (harga avtur)," kata Menteri Rini saat ditemui di Kantor Wakil Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Selasa (11/2).
Dia mengatakan, saat ini pemerintah sedang mengkaji lebih jauh apakah harga avtur masih bisa turun atau tidak. Sebab, berdasarkan formulasi baru melalui Keputusan Menteri ESDM Nomor 17 K/10/MEM/2019, harga avtur menjadi perhitungan harga dasar untuk menetapkan harga jual eceran yang disalurkan melalui Depot Pengisian Pesawat Udara (DPPU) kepada maskapai penerbangan.
"Kita begini, kan baru saja pak Menteri ESDM (Ignasius Jonan) mengeluarkan formula. Jadi formula harga itu disiapkan, sehingga dari cost bisa mendapatkan margin maksimum 10 persen,"
Diketahui, dalam menetapkan harga jual eceran avtur yang disalurkan melalui Depot Pengisian Pesawat Udara tersebut, ditetapkan batas atas margin sebesar 10 persen dari harga dasar.
"Nah dengan itu, karena sekarang MOPS (Mean of Platt Singapore) itu sedang kita lihat lagi menurun, jadi kita sedang melihat, kita sedang melihat kelihatannya ini kalau bisa turun, turun berapa," tambah dia.
Dalam Lampiran dinyatakan bahwa divula harga dasar ditetapkan berdasarkan biaya perolehan, biaya penyimpanan dan biaya distribusi, serta margin dengan batas atas sebagai berikut: Mean Of Platts Singapore (MOPS) + Rp 3.581 per liter + Margin 10 persen dari harga dasar.
Dengan ketentuan MOPS merupakan bagian biaya perolehan atas penyediaan Jenis Bahan Bakar Minyak Umum jenis Avtur dari produksi kilang dalam negeri atau impor sampai dengan Terminal atau Depot Bahan Bakar Minyak.
Sebelumnya, Presiden Joko Widodo atau Jokowi mendapat keluhan dari Perhimpunan Hotel dan Restoran Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tentang mahalnya harga Avtur. Mahalnya harga avtur ini membuat tiket pesawat mahal serta kamar-kamar hotel menjadi sepi.
Presiden Jokowi pun mengaku kaget mendengar hal tersebut. Untuk itu, dia akan memanggil Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Nicke Widyawati untuk meminta kejelasan harga avtur di dalam negeri.
Baca juga:
Kemenhub Buka Peluang Harga Tiket Pesawat Turun
Polemik Mahalnya Harga Avtur, Tiket Pesawat dan Dominasi Pertamina
Wapres JK Sebut Tiket Pesawat Mahal Karena Sesuaikan Harga Avtur
Pengamat: Proporsi Avtur Terhadap Harga Tiket Pesawat Kecil
Sri Mulyani Akui Sudah Diskusi dengan Kementerian ESDM Soal Harga Avtur