LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Rini jamin pembangunan proyek-proyek ini tak ditunda

Menteri BUMN Rini Soemarno mengatakan, meskipun ada arahan Presiden Jokowi untuk menunda pembangunan infrastruktur berbahan baku impor, proyek yang sudah di tahap financial close (penyelesaian pembiayaan) dengan skema ekspor kredit, tidak akan diganggu.

2018-08-18 17:30:00
BUMN
Advertisement

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta jajarannya untuk mengevaluasi proyek infrastruktur yang banyak memakai bahan baku impor demi menghemat devisa dan memperkuat rupiah. Untuk diketahui, Bank Indonesia (BI) mencatatkan defisit neraca pembayaran Indonesia (NPI) pada kuartal II-2018 sebesar USD 4,3 miliar.

Menteri BUMN Rini Soemarno menegaskan kembali arahan Presiden Jokowi tersebut. Menurutnya meskipun ada arahan untuk menunda pembangunan infrastruktur berbahan baku impor, proyek yang sudah di tahap financial close (penyelesaian pembiayaan) dengan skema ekspor kredit, tidak akan diganggu.

"Kalau kita sudah ada proyek yang berjalan di mana kita sudah ada financial closing dan memang ada pendanaan semacam ekspor kredit karena alat-alatnya kita belum bisa bikin di Indonesia itu akan jalan terus," ungkapnya ketika ditemui, di Jakarta, Sabtu (18/8).

Advertisement

"Kenapa (tetap berjalan)? Karena kalau pinjaman dari luar dan kita membeli barang dari luar itu tidak memberi efek ke transaksi berjalan karena dana devisa kita dapet juga dari luar," lanjut dia.

Sebagai contoh Menteri Rini menyebut proyek pembangunan kereta cepat Jakarta-Bandung. Selain jangka waktu pinjaman yang lama yakni 40 tahun, juga diberikan grace period selama 10 tahun. Grace period adalah jangka waktu yang diberikan perbankan kepada debitur untuk tidak membayar cicilan dengan tenggat waktu tertentu.

"Jadi seperti kereta cepat jalan terus. Karena kita mendapatkan pinjaman 40 tahun jangka waktu pengembalian dan grace period 10 tahun. Jadi setelah kita menarik, selama 10 tahun kita tidak ada pembayaran apapun juga. Jadi itu tidak berpengaruh ke trasaksi berjalan," jelas dia.

Advertisement

Selain itu, itu proyek lain adalah pembangunan Refinery Development Master Plan (RDMP) Kilang Balikpapan. Menurutnya proyek ini akan terus berjalan.

"Nah kalau Kilang di Balikpapan sama. Kita menyelesaikan ini ada sebagian ekspor kredit semua dari luar. selama memerlukan peralatan dari luar toh memang kita tidak bisa bikin di sini dan dengan pengembalian jangka panjang itu tidak memberikan dampak (pada transaksi pembayaran)," tandasnya.

Baca juga:
Gaya Menteri Rini jadi pengrajin caping di Rumah Kreatif BUMN
Pembebasan lahan TOD kereta cepat Jakarta-Bandung selesai bulan depan
Pembangunan TOD Stasiun Bogor terkendala izin pemerintah daerah
Menteri Rini ingin tahap awal revitalisasi Stasiun Bogor dilakukan tahun ini
Sambangi rumah pensiun Telkom, Menteri Rini minta BUMN tak lupa keluarga sendiri
Menteri Rini kesal temukan banyak jalur KRL kotor
Menebak tujuan Menteri Rini izinkan Pertamina jual aset

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.