Menteri Rini curhat ada kantor BUMN kumuh di Bengkulu
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno meminta seluruh perusahaan milik negara untuk saling membantu dan mengisi agar dapat membantu memperbaiki kantor tersebut, sehingga dapat memberi keuntungan kepada negara dan masyarakat.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Rini Soemarno merasa prihatin karena menemukan salah satu kantor BUMN yang terlihat kumuh saat dirinya berkunjung ke Bengkulu. Untuk itu, dia meminta seluruh perusahaan milik negara untuk saling membantu dan mengisi agar dapat membantu memperbaiki kantor tersebut.
"Sebagai perusahaan miliki negara sudah semestinya seluruh BUMN saling membantu dan mengisi, sehingga tugas kita sebagai agen pembangunan dapat memberikan keuntungan kepada bangsa dan negara," kata Rini di Makassar seperti dikutip Antara, Selasa (16/1).
Dia mencontohkan dua perusahaan milik negara, yakni PT PLN dan PT Pertamina bisa saling bersinergi dan saling mengisi, sehingga dapat memberi keuntungan kepada negara dan masyarakat.
Terlebih lagi, investasi negara kepada BUMN terus mengalami peningkatan, sejak tahun 2015 investasi sekitar Rp 200 triliun kemudian meningkat menjadi Rp 275 triliun pada 2016 dan di tahun 2017 sebesar Rp 385 triliun. Rini optimistis keuntungan BUMN pada 2018 dapat terus meningkat yang dapat melebihi pencapaian laba tahun 2017 sekitar Rp 180 triliun.
"Apalagi, pada tahun ini, kita diminta lagi oleh bapak Presiden agar total investasi bisa mencapai Rp 700 triliun. Tapi, saya yakin kalau kita bersama-sama bekerja keras dan saling bersinergi tentu peran BUMN ini betul-betul memberikan kontribusinya terhadap pertumbuhan ekonomi," ujar Rini.
Baca juga:
Menteri Rini angkat direktur KAI Budi Noviantoro sebagai bos baru INKA
Menteri Rini copot Edi Sukmoro dari posisi direktur utama KAI
Jaga harga beras di bawah HET, pemerintah minta Bulog intensifkan operasi pasar
KPPU soal impor beras dialihkan ke Bulog: Bisa menambah cadangan stok dalam negeri
Pemerintah putuskan impor beras dialihkan dari PT PPI ke Bulog