Menteri Rini sebut holding perbankan jadi kunci kalahkan Singapura
Salah satu cara memperkuat permodalan perbankan Tanah Air adalah dengan melakukan holding BUMN. Dengan langkah tersebut, diharapkan kekuatan permodalan perbankan melonjak signifikan.
Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno mengakui kemampuan perbankan Indonesia masih jauh dibanding Singapura. Ini terjadi karena masih lemahnya permodalan perbankan di Tanah Air.
Mempertegas fakta ini, Rini langsung menanyakan posisi Bank Rakyat Indonesia (BRI) kepada Direktur Utamanya, Asmawi Syam mengenai posisi BRI di ASEAN. BRI selama ini merupakan bank dengan laba terbesar di Indonesia.
"Perbankan kita ini sebesar-besarnya Bank BRI, nomor berapa di ASEAN?," tanyanya dalam Forum BUMN di The Darmawangsa, Jakarta, Kamis (3/11).
Mendapati pertanyaan itu, Asmawi tak dapat menjawabnya. Rini pun langsung menyindir seluruh kemampuan permodalan perbankan Indonesia yang masih rendah.
"Saking jauhnya, Pak Asmawi tidak tahu. Sama perbankan di Singapura saja kalah, karena permodalan perbankan kita kurang kuat," tuturnya.
Untuk itu, lanjut Rini, salah satu cara memperkuat permodalan perbankan Tanah Air adalah dengan melakukan holding BUMN. Dengan langkah tersebut, diharapkan kekuatan permodalan perbankan melonjak signifikan.
"Holding company dengan kekuatannya bisa cari pembiayaan untuk meningkatkan modal perbankan, modal BRI, tanpa mendelusikan kepemilikan negara. Inilah hal-hal yang ingin kita lakukan dengan holding. Jadi bagaimana dorong pertumbuhan ekonomi melalui APBN, BUMN dan swasta," pungkasnya.
Baca juga:
Nasabah BTN kini bisa bayar GO-JEK melalui fasilitas GO-PAY
Keenam kalinya, AFI diguyur kredit Rp 300 miliar dari BCA
Presiden Jokowi minta tabungan pelajar bebas biaya administrasi
Cerita Jokowi beri anak Papua Rp 500.000 karena rajin menabung
OJK: Rasio tabungan terhadap GDP Indonesia kalah dibanding Filipina