Menteri Pertanian tuding distributor nakal bikin harga beras naik
Mentan tidak berkomentar soal langkah pemerintah menindak distributor nakal.
Berbagai spekulasi muncul di balik melonjaknya harga beras hampir di semua daerah di pelosok tanah air. Mulai dari hanya sekadar kekurangan pasokan, penimbunan beras sampai soal keberadaan mafia yang memainkan harga.
Menteri Pertanian Amran Sulaiman punya penilaian lain soal melonjaknya harga beras. Dia menuding lonjakan harga akibat ulah distributor nakal.
Indikatornya, harga gabah kering di tingkat petani hanya Rp 4.000 per kilogram, namun dijual di pasar melonjak menjadi Rp 12.000 per kilogram.
Kebijakan jangka pendek untuk menurunkan harga beras dengan menggelar operasi pasar. “Ini ada permainan distributor yang nakal. Dalam waktu dekat kami akan melakukan operasi pasar dengan menyiapkan 30.000 ton beras. Saya yakin ini akan mampu menekan harga beras yang telah membumbung tinggi,” ujar Amran saat mengikuti kegiatan Koordinasi Pendataan Target dan Realisasi Tanam Serta Panen dalam Mendukung Swasembada Padi, Jagung dan Kedelai Provinsi Jawa Tengah, di Kodim 0735 Solo, Selasa (24/2).
Namun dia tidak berkomentar ketika disinggung soal langkah pemerintah menyikapi ulah distributor nakal. Amran hanya mengaku sudah berkoordinasi dengan TNI maupun Polri untuk mendukung ketersediaan pangan tetap terjaga dan tidak menggantungkan diri pada impor makanan dari negara lain.
“Kami sudah melakukan koordinasi dengan TNI maupun Polri, agar tujuan swasembada pangan segera tercapai" ucapnya.