LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Jonan Sebut Aktivitas Gunung Anak Krakatau Mereda Bulan Ini

Jonan menambahkan, infrastruktur kesiapan bencana di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Banten juga berfungsi dengan baik. Antara lain penunjuk arah mata angin untuk memonitor pergerakan abu vulkanis, CCTV, infrasonik dan seismograf sebanyak 2 buah dengan dua jenis keakuratan yang ditempatkan di Pulau Sertung.

2018-12-28 15:23:12
Kementerian ESDM
Advertisement

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan mengatakan, aktivitas anak Gunung Krakatau kini tengah sedikit mereda. Erupsi abu vulkanik di gunung tersebut lebih kecil jika dibandingkan bulan September lalu.

"Jadi memang secara teori aktifitas vulkanik anak Gunung Krakatau sebenarnya yang sangat besar belakangan itu di bulan September tahun ini. Tapi jika dibandingkan ketinggian erupsi dan amplitudonya sekarang ini bulan desember, mungkin tidak ada seperempatnya dibanding bulan September," ucapnya di Banten, Jumat (28/12).

Jonan menambahkan, infrastruktur kesiapan bencana di Pos Pengamatan Gunung Anak Krakatau Banten juga berfungsi dengan baik. Peralatan itu antara lain penunjuk arah mata angin untuk memonitor pergerakan abu vulkanis, CCTV, infrasonik dan seismograf sebanyak 2 buah dengan dua jenis keakuratan yang ditempatkan di Pulau Sertung.

Advertisement

"Kami akan terus kordinasi dengan BPPT, LIPI dan BMKG untuk mempelajari tsunami kemarin akibatnya karena apa saja. Termasuk sharing pengetahuan dan informasi, dengan negara-negara lain seperti Amerika, Jepang, Perancis, karena kegeologian ini bersifat global," ujarnya.

Sebagai informasi, saat ini, Gunung Anak Krakatau mempunyai elevasi tertinggi 338 meter dari muka laut (pengukuran September 2018). Adapun karakter letusannya adalah erupsi magmatik yang merupakan erupsi eksplosif lemah (strombolian) dan erupsi efusif berupa aliran lava.

Pada tahun 2016 letusan terjadi pada 20 Juni 2016, sedangkan pada tahun 2017 letusan terjadi pada tanggal 19 Februari 2017 berupa letusan strombolian. Sejak tanggal 29 Juni 2018, Gunung Anak Krakatau kembali mengeluarkan letusan hingga tanggal 22 Desember berupa letusan strombolian.

Advertisement

Reporter: Bawono Yadika Tulus

Sumber: Liputan6.com

Baca juga:
Jonan Pastikan Penerbangan & Pelayaran di Selat Sunda Belum Terganggu Erupsi Krakatau
Gunung Anak Krakatau Kembali Gemuruh, Warga Diminta Tenang dan Waspada
Alasan Luhut Minta BMKG Tak Buru-Buru Turunkan Status Siaga Tsunami
Ini Jawaban Mengapa Gunung Anak Krakatau Aktif Erupsi
BERITA TERPOPULER: Update Gunung Anak Krakatau hingga Mafia Bola

(mdk/azz)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.