LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Jonan ke bos Pertamina: Jangan jual tabung gas saja

Jonan meminta Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto untuk mendukung program pemerintah dalam perluasan Jargas.

2016-12-19 17:32:52
Ignasius Jonan
Advertisement

Pemerintah Jokowi-JK terus menggenjot program Jaringan Gas (Jargas) pada 2017 mendatang. Jaringan gas hingga ke rumah ini akan berdampak pada efisiensi penggunaan gas tabung. Selain itu, masyarakat juga lebih hemat menggunakan gas dari pipa dibanding tabung elpiji.

"Program Jargas untuk RT kecil sekali. Tahun ini targetnya 89 ribu, tahun lalu cuma 7 ribu, tahun depan coba bikin 100 ribu. Harganya diefisienkan dan direalokasi yang lain. Karena jargas ini kalau tidak dibangun pemerintah di perumahan sederhana, bisnis tidak mau bangun," ujar Menteri ESDM, Ignasius Jonan dalam diskusi Kinerja 2016 dan Outlook 2017 di Hotel JS Luwansa, Jakarta, Senin (16/12).

Program Jargas sendiri memang terbukti lebih efisien dibanding penggunaan tabung gas melon 3 Kilogram (kg). Dalam penggunaan 1 bulan, pengeluaran biaya rumah tangga yang menggunakan Jargas hanya sebesar Rp 35.000 per bulan. Sedangkan yang tabung gas, mereka bisa merogoh kocek sebesar Rp 40.000 - Rp 60.000 per bulan.

Advertisement

Melihat fakta ini, Jonan meminta Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Dwi Soetjipto untuk mendukung program pemerintah dalam perluasan Jargas. Mantan bos PT KAI ini bahkan berkelakar agar Pertamina tidak jualan tabung gas terus, melainkan juga ikut mengembangkan Jargas.

"Tapi ini penting Jargas dan gas tabung itu bisa hemat separuh. Itu besar sekali kalau untuk kelas menengah ke bawah. Jadi mohon dukungannya. Pak Dwi jadi jangan dagang gas tabung saja," tutupnya.

Baca juga:
Chevron kalah dari Facebook, bukti industri migas RI tak kompetitif
Cerita Jonan soal keraguan investor bangun kilang di dalam negeri
Semakin menipis, konversi BBM ke BBG perlu disegerakan
Proyek gas Pertamina di Arun senilai Rp 7,4 triliun dinilai mubazir
Harga Pertalite, Pertamax dan Dexlite naik Rp 150 per liter hari ini

Advertisement
(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.