Menteri Jonan ingin PLTU Celukan Bawang beralih gunakan gas
Jonan menyampaikan bahwa salah satu fokus pengembangan energi baru terbarukan adalah di Provinsi Bali. Sebab, mayoritas perekonomian ada pada kegiatan pariwisata.
Menteri Energi Sumber Daya Mineral (ESDM), Ignatius Jonan menghadiri kuliah umum dan sekaligus menjadi pembicara di Universitas Udayana (UNUD) dengan tema 'Energi Berkeadilan' bertempat di Gedung Auditorium Widya Sabha UNUD, Jimbaran, Badung, Bali. Jumat (5/9) sore.
Acara tersebut juga dihari oleh Gubernur Bali Wayan Koster dan Rektor Universitas Udayana Raka Sudewi serta beberapa stekholder lainnya.
Dalam kuliah umum ini, Jonan menyampaikan bahwa salah satu fokus pengembangan energi baru terbarukan adalah di Provinsi Bali. Sebab, mayoritas perekonomian ada pada kegiatan pariwisata.
"Tidak ada daerah pariwisata di dunia yang tidak menggunakan energi baru terbarukan. Karena harus menjaga kualitas udara," ucapnya,
Menteri Jonan juga mendukung jika PLTU Celukan Bawang di Kabupaten Buleleng Bali, yang kini memakai batu bara nantinya digantikan dengan gas.
"Mengenai PLTU celukan Bawang, saya sudah katakan bagus dengan waktu tertentu nanti diubah menjadi gas. Saya kira PLN nanti tidak ada masalah. Jadi kami sangat mendukung," imbuhnya.
Menteri Jonan juga menjelaskan bahwa penggunaan energi matahari dan angin juga sangat murah. Dia berharap, Provinsi Bali bisa menggunakan energi matahari dan angin untuk pembangunan daerah.
"Misalnya kalau mau dicoba bekerja sama dengan kami. Itu ada studi mengenai daerah-daerah dibangun oleh energi-energi dari angin. Sebenarnya sudah dirancang lama untuk 2 X 50 mega watt. Jadi ini bisa didukung supaya bisa jalan," ungkapnya.
"Karena harapan kami di tahun 2025 energi nasional 23 persen dari energi baru terbarukan. Untuk Bali tolong lebih banyak. Misalnya 30 atau 40 persen itu lebih bagus," tutup Menteri Jonan.
Baca juga:
Direktur Perencanaan Korporat PLN penuhi panggilan KPK
Aksi mengecam pembuangan limbah PLTU Cilacap
PLN ungkap stok batubara sebagian PLTU berada di bawah batas normal, ini sebabnya
PLTU Cirebon unit II ditarget beroperasi 2022
Kehadiran PLTU ramah lingkungan terkendala keseriusan pemerintah
Wisma PLTU di Gorontalo terbakar