Menteri Jonan evaluasi harga BBM bersubsidi akhir Mei
Menteri Jonan evaluasi harga BBM bersubsidi akhir Mei. Pemerintah segera meninjau harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berdasarkan perkembangan harga minyak dunia. Dari hasil evaluasi tersebut maka pemerintah akan mengeluarkan kebijakan apakah harga BBM akan dinaikan atau tidak pada 1 Juli 2017.
Pemerintah segera meninjau harga jual bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi berdasarkan perkembangan harga minyak dunia. Evaluasi akan dilakukan pada akhir Mei mendatang.
"Sesuai arahan Bapak Presiden nanti kita akan tinjau lagi pada akhir Mei 2017 tentang bagaimana perkembangan harga minyak mentah dunia," ujar Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Ignasius Jonan seperti dikutip dari Antara di Jayapura, Rabu (10/5).
Dia menjelaskan dari hasil evaluasi tersebut maka pemerintah akan mengeluarkan kebijakan apakah harga BBM akan dinaikan atau tidak pada 1 Juli 2017.
"Nanti dari situ akan diambil langkah apa perlu ada kenaikan atau tidak, tapi evaluasi itu untuk semester II (2017)," kata dia.
Sebelumnya, Kementerian ESDM mencatat harga minyak mentah Indonesia (Indonesia crude price/ICP) pada April 2017 sebesar USD 49,56 per barel atau naik USD 0,85 dibandingkan Maret 2017 sebesar USD 48,71 per barel.
Berdasarkan laman Ditjen Migas Kementerian ESDM, kenaikan ICP tersebut seiring perkembangan harga minyak mentah utama di pasar internasional.
Tercatat harga minyak jenis Brent (ICE) naik USD 1,28 per barel dari USD 52,54 menjadi USD 53,82 per barel.
Untuk jenis WTI (Nymex) naik USD 1,45 dari USD 49,67 menjadi USD 51,12 per barel.
Baca juga:
Depo Plumpang berisiko, Pertamina niat tambah gudang BBM di Jakarta
Demi BBM satu harga, Pertamina nombok Rp 2 triliun per tahun
Jonan terbitkan aturan percepatan pemanfaatan BBG untuk transportasi
Ada dana cadangan, Jonan pastikan harga Premium tak naik hingga Juni
Warga di 9 daerah terpencil ini kini sudah rasakan BBM murah
Kementerian ESDM fokus BBM Satu Harga di Papua
Dukung BBM satu harga, ESDM bangun infrastruktur energi di Papua