LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Jonan beberkan alasan ubah skema bagi hasil migas

Mantan Menteri Perhubungan ini memberikan sebuah analogi melalui sebuah penggunaan maskapai oleh seorang pegawai yang mendapat tugas keluar kota.‎

2016-12-19 18:21:35
Migas
Advertisement

Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) tengah menyiapkan skema baru untuk bagi hasil dengan Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) yakni Gross Split. Skema yang akan diberlakukan untuk kontrak baru di 2017 ini dianggap lebih efisien dibanding s‎kema yang digunakan saat ini yaitu Production Sharing Contract (PSC) Cost Recovery.

Menteri ESDM, Ignasius Jonan membeberkan alasan pemerintah begitu ngotot untuk menerapkan skema Gross Split. Mantan Menteri Perhubungan ini memberikan sebuah analogi melalui sebuah penggunaan maskapai oleh seorang pegawai yang mendapat tugas keluar kota.‎

‎"Saya tadi memberikan ceramah di SKK Migas. Lalu saya tanya salah satu pegawainya SKK Migas, saya tanya bapak kalau tugas dari SKK pergi kemana naik pesawat naik apa. Naiknya pesawat Garuda Indonesia. Kalau liburan sendiri naik apa? Jawabannya menarik, saya cari yang murah. Kira-kira begitu," ujarnya dalam Kinerja 2016 dan Outlook 2017 di JS Luwansa, Jakarta, Senin (19/12).‎‎

Advertisement

Dari analogi tersebut, Jonan memberikan gambaran jika pemerintah tidak bisa terus-terusan menggunakan skema yang sulit untuk melakukan efisiensi yaitu Cost Recovery. Terlebih lagi, skema tersebut dianggap akan membuat industri migas sulit melakukan efisiensi.‎ Dengan skema Gross Split industri migas Tanah Air lebih efisien.

"Ini sama, kalau ingin pertahankan cost recovery terus yang sudah ditinggalkan di banyak negara, kita sulit efisiensi di industri migas. Yang sudah jalan sudah. kita nggak akan ubah yang existing. Kita bicara kontrak yang ke depan baik groundfield atau greenfield. Yang existing tidak akan disentuh," tandasnya.

Baca juga:
Menteri Jonan ke bos Pertamina: Jangan jual tabung gas saja
Chevron kalah dari Facebook, bukti industri migas RI tak kompetitif
Cerita Jonan soal keraguan investor bangun kilang di dalam negeri
Semakin menipis, konversi BBM ke BBG perlu disegerakan
Proyek gas Pertamina di Arun senilai Rp 7,4 triliun dinilai mubazir

Advertisement
(mdk/idr)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.