LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Erick Sebut UU Cipta Kerja Tuntut BUMN Ciptakan Inovasi

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan ada tugas khusus yang diemban perusahaan pelat merah terkait Undang-undang Cipta Kerja. Tugas khusus tersebut yakni terkait kerja sama dengan lembaga pendidikan untuk melakukan riset dan inovasi, yang saat ini sedang berjalan.

2020-11-24 18:47:41
UU Cipta Kerja
Advertisement

Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN) mengungkapkan ada tugas khusus yang diemban perusahaan pelat merah terkait Undang-undang Cipta Kerja. Tugas khusus tersebut yakni terkait kerja sama dengan lembaga pendidikan untuk melakukan riset dan inovasi, yang saat ini sedang berjalan.

"Dalam UU Cipta kerja, kementerian BUMN diberikan penugasan khusus oleh pemerintah untuk bekerjasama dengan lembaga pendidikan dalam rangka melakukan riset dan inovasi," kata Menteri Badan Usaha Milik Negara Erick Thohir dalam Economic Outlook 2021: Manfaat UU Cipta Kerja Bagi Dunia Usaha, Selasa (24/11).

Sebagai contoh, Menteri Erick menyebutkan pengembangan vaksin Merah Putih yang merupakan kerja sama PT Bio Farma (Persero), Lembaga Biologi Molekuler Eijkman, Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Universitas Indonesia (UI), Institut Teknologi Bandung (ITB), dan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Advertisement

"Serta pengembangan proyek EV (electric vehicle) battery yang merupakan kerja sama Pertamina, PLN, dan Inalum. Kami juga melibatkan lembaga pendidikan dalam negeri seperti ITB dan Universitas Sebelas Maret," jelas Menteri Erick.

Melalui kerja sama ini, Menteri Erick berharap dapat memberikan ide segar untuk inovasi dan menghasilkan produk berkualitas yang memiliki daya saing.

Advertisement

Menteri Rini Selalu Ngomel karena BUMN Minim Inovasi

Kementerian badan Usaha Milik Negara (BUMN) menginstruksikan seluruh perusahaan pelat merah meningkatkan kinerja di tengah gejolak ekonomi. Salah satu caranya dengan gencar melakukan inovasi terhadap produk-produknya.

Menteri BUMN Rini Soemarno menuturkan, untuk memaksimalkan inovasi, perusahaan BUMN perlu bersinergi. Menteri Rini mengaku kerap marah pada anak buahnya lantaran tidak berinovasi dalam memasarkan produk hasil perusahaan BUMN.

"Saya selalu bicara ke deputi, saya selalu ngomel. Ini bapak-bapak sudah lama di sini tapi tidak pernah pasarkan produk BUMN lain," ujar Menteri Rini di kantornya, Kamis (13/8).

Kemudian Rini mencontohkan salah satu keunggulan PT Perkebunan Nusantara (PTPN) VIII yang dapat memasok bahan baku teh untuk dapat memproduksi minuman kemasan. Dia heran sebab PTPN VIII justru lebih banyak memasok bahan baku teh untuk perusahaan swasta. BUMN perkebunan tersebut memasok 70 persen bahan baku teh untuk Sosro.‎ Padahal, PTPN memproduksi teh dengan label Walini.

"Kok tahu tehnya bagus, kenapa tidak dari dulu bikin teh kotak BUMN? Kalau kita ke situ akan jauh lebih baik. Kita bisa mencapai tujuan dengan baik,"‎ ‎jelas dia.

Rini yakin, sesungguhnya teh buatan PTPN VIII bisa laris di pasaran jika bersinergi dengan pihak lain. Begitu juga perusahaan lain dalam memasarkan produknya agar lebih banyak dikonsumsi masyarakat.

"Yang belum adalah bagaimana sinergi sampai ke ritel. Ini sebenarnya potensi yang sangat besar, teh Walini dikasih madu. Bayangkan kalau semuanya pakai itu, karyawan BUMN ada hampir satu juta, belum lagi om dan tantenya. Saya ingin 10 tahun arahnya ke sana. BUMN akan jadi konglomerat terbesar di ASEAN," terang dia.

Reporter: Pipit Ika Ramadhani

Sumber: Liputan6

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.