LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Erick Perintahkan CSR BUMN 30 Persen ke Pendidikan dan 5 Persen Lingkungan

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, meminta perusahaan BUMN untuk memfokuskan dana corporate social responsibility (CSR) pada sektor pendidikan dan kelestarian lingkungan. Dia ingin meningkatkan porsi CSR pendidikan hingga 30 persen, dan kelestarian lingkungan 5 persen.

2019-12-14 16:30:00
Menteri BUMN
Advertisement

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, meminta perusahaan BUMN untuk memfokuskan dana corporate social responsibility (CSR) pada sektor pendidikan dan kelestarian lingkungan. Dia ingin meningkatkan porsi CSR pendidikan hingga 30 persen, dan kelestarian lingkungan 5 persen.

"Boleh dong menteri yang baru fokus ke situ? CSR BUMN besar sekali tapi kemana-mana, bahkan yang jadi masa depan kalian baru 1 persen yaitu kelestarian alam dan pendidikan yang baru 22 persen, akan kita tingkatkan," kata dia, di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (14/12).

Padahal, kata dia, tiap BUMN punya alokasi dana CSR yang besar terutama perusahaan dengan pendapatan tinggi. Menurutnya, sektor pendidikan dan kelestarian lingkungan perlu menjadi perhatian sebab berkaitan dengan masa depan dan kelangsungan hidup.

Advertisement

Penyaluran CSR BUMN Masih Dominan di Jawa

Selain itu, penyaluran CSR oleh perusahaan saat ini dinilai masih berpusat di Pulau Jawa alias Jawa Sentris. Padahal, menurutnya, masyarakat di luar jawa lebih membutuhkan sentuhan bantuan dari perusahaan BUMN.

"Penyebaran wilayah masih terlalu Jawa Sentris. Kita harus kembali membangun Indonesia seutuhnya, bagaimana sodara-sodara kita nanti di NTT di Sulawesi? Punya tidak mereka kesempatan yang sama dengan di Jawa? Harus punya," ujarnya.

Advertisement

Kendati demikian dia menegaskan bukan berarti kebijakan CSR yang saat ini salah jalan. Dia hanya ingin porsi CSR lebih banyak memberikan manfaat pada rakyat.

"Benar bahwa kita kontribusi besar untuk pembangunan bangsa Rp 467 triliun dari dividen dan pajak. Tapi mana kue yang besar? Ini yang mau sinergikan. Bukan salah dan benar menteri sebelumnya, tapi kita harus moving forward. Setiap pemimpin ada kelebihan dan kekurangannya," tutupnya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.