LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
LIVE
  • News
  • Politik
  • Ekonomi
  • Artis
  • Trending
  • Tekno
  • Oto
  • Dunia
  • Gaya
  • Sehat
  • BolaSport
  • Foto
  • Video
  1. UANG

Menteri Erick Nilai Ekonomi Digital RI Miliki Potensi Tumbuh 8 Kali Lipat Lebih Cepat

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memperkirakan, ekonomi digital Indonesia berpotensi tumbuh 8 kali lebih cepat dibandingkan PDB. Diperkirakan Indonesia pada 2030 akan memiliki ekonomi digital dengan kontribusi mencapai Rp4.531 triliun.

2022-03-22 16:02:55
Ekonomi digital
Advertisement

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir memperkirakan, ekonomi digital Indonesia berpotensi tumbuh 8 kali lebih cepat dibandingkan PDB. Diperkirakan Indonesia pada 2030 akan memiliki ekonomi digital dengan kontribusi mencapai Rp4.531 triliun.

"Mengenai potensi ekonomi digital Indonesia, ekonomi digital kita akan tumbuh 8 kali lebih cepat daripada pertumbuhan PDB kita," ujar Menteri Erick Thohir seperti dikutip dari Antara dalam seminar daring Economic Outlook 2022 di Jakarta, Selasa (22/3).

Menurut Menteri Erick, ini tentunya merupakan potensi yang harus sangat diperhatikan selain potensi sumber daya alam. "Kalau kita melihat di Asia Tenggara, ekonomi digital Indonesia merupakan yang terbesar dan akan terus tumbuh namun secara market. Artinya inovasi dan investasi di startup harus mulai diseimbangkan atau dikembalikan kepada Indonesia, tidak Indonesia hanya dijadikan pasar," kata Menteri Erick.

Advertisement

Menteri Erick juga menegaskan bahwa dirinya tidak anti asing, namun dia hanya menekankan pentingnya Indonesia sebagai negara besar dengan potensi ekonomi digital yang luar biasa tersebut harus memiliki peta jalan atau roadmap Indonesia bukan roadmap negara lain. Peta jalan Indonesia ini harus memastikan pertumbuhan ekonomi dan pembukaan lapangan kerja serta investasi di Indonesia.

"Karena Indonesia terus tumbuh sampai dengan tahun 2045, maka hal ini tentu akan juga mendongkrak pertumbuhan ekonomi global melalui Indonesia," kata Menteri Erick.

Sebelumnya Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir menggenjot BUMN untuk menjadi katalisator ekonomi digital Indonesia. Menteri BUMN mengatakan Indonesia harus mampu memanfaatkan momentum perkembangan disrupsi digital. Menteri Erick menyebut kehadiran disrupsi digital tak sekadar memberikan tantangan, melainkan juga membuka kesempatan bagi peningkatan daya saing Indonesia di kancah global.

Advertisement

Besarnya potensi ekonomi digital Indonesia yang diperkirakan akan terus bertumbuh hingga Rp1.736 triliun pada 2025 atau tumbuh signifikan dibandingkan 2015 yang sebesar Rp112 triliun, 2019 yang sebesar Rp560 triliun, dan 2020 yang sebesar Rp616 triliun. Kontribusi terbesar ekonomi digital Indonesia datang dari sektor e-commerce, transportasi, dan makanan, travel daring, dan media daring.

Bentuk Merah Putih Fund, Menteri Erick Mau Startup Anak Bangsa jadi Raja di Indonesia

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir mengungkap, alasan mendirikan Merah Putih Fund yang telah diresmikan Presiden Joko Widodo pada 17 Desember 2021. Merah Putih Fund sendiri merupakan lembaga pelat merah yang difokuskan pada pembiayaan perusahaan rintisan atau startup lokal.

Menteri Erick menyebut, kehadiran Merah Putih Fund untuk mengamankan market atau pasar Indonesia yang potensial untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional, bukan untuk pertumbuhan ekonomi negara lain.

"Kita harus sepakat yang tadi disampaikan, jangan sampai market kita yang besar hanya dipakai oleh pertumbuhan bangsa lain. Tapi market kita yang besar harus dipastikan untuk kesempatan bekerja, kesempatan berusaha untuk bangsa Indonesia. Dan (Merah Putih Fund) mereka akan fokus ke startup lokal," tegasnya dalam Sidang Dewan Pleno HIPMI di Bali, Jumat (18/3).

Menteri Erick menyampaikan, saat ini, banyak perusahaan rintisan yang beroperasi berkedok milik warga Indonesia. Padahal, pemiliknya merupakan orang asing.

"Orang Indonesia cuma ditempel. Kita tidak mau. Foundernya harus orang Indonesia. Perusahaannya harus beroperasi di Indonesia," ucapnya.

Oleh karena itu, pemerintah perlu menyelamatkan pasar Indonesia dari serbuan asing. Antara lain dengan mendirikan Merah Putih Fund untuk membantu pengembangan perusahaan rintisan lokal agar bisa go public dengan melantai di bursa saham.

"Ini intervensi yang kita lakukan supaya kita mengimbangi yang namanya investasi startup oleh asing. Kita tidak anti asing, tetapi yang kita tidak mau dan kita harus sepakat jangan market kita yang besar hanya dipakai oleh pertumbuhan bangsa lain," tandasnya.

(mdk/bim)

Kontak Tentang Kami Redaksi Pedoman Media Siber Metodologi Riset Workstation Disclaimer Syarat & Ketentuan Privacy Kode Etik Sitemap

Copyright © 2024 merdeka.com KLY KapanLagi Youniverse All Right Reserved.