Menteri Eko dorong masyarakat desa dapat berpenghasilan Rp 2 juta, ini caranya
Menteri Eko mengatakan, kerjasama dengan Lion Parcel sangat berguna dalam mengakselerasi transaksi produk unggulan desa melalui E-Commerce dari BRI dan BNI. Ia mencontohkan, ke depan konsumen bisa membeli alpukat langsung dari desa secara online. Hal ini diharapkan bisa mendorong kenaikan penghasilan hingga Rp 2 juta.
Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes PDTT) terus memacu pembangunan dan pertumbuhan ekonomi di desa-desa. Salah satunya dilakukan dengan peningkatan kerjasama dengan pihak swasta dan perbankan salah satunya dengan Himpunan Bank Milik Negara (Himbara) yang merupakan pembina Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dengan Lion Parcel.
Adapun bank yang termasuk dalam Himbara antara lain BNI, BRI, Mandiri dan BTN. Keempat bank tersebut sepakat untuk mengembangkan BUMDes dalam mewujudkan percepatan pertumbuhan ekonomi desa.
"Tadi kita menyaksikan kerjasama antara Badan Usaha Milik Desa (BUMDes), Lion Parcel dan Bank. Kerjasama BUMDes ini selain menambah pendapatan dan nilai ekonomi, juga nilai tambah produk di desa. Beberapa waktu lalu Kemendes PDTT mengadakan pameran BUMDes di Malaysia, BUMDes bisa pro aktif langsung ke sentra-sentra produksi di desa," ujar Mendes PDTT, Eko Putro Sandjojo di Yogyakarta, Jumat (25/5).
Eko menambahkan, kerjasama dengan Lion Parcel akan sangat berguna dalam mengakselerasi transaksi produk unggulan desa melalui E-Commerce dari BRI dan BNI. Ia mencontohkan, ke depan konsumen bisa membeli alpukat langsung dari desa secara online. "Kalau model ini jadi, masyarakat desa tidak akan menganggur dan berpenghasilan di atas Rp 2 juta. Ini tentu akan menguntungkan petani," sambungnya.
Menurutnya, banyak BUMDes yang sukses tidak terlepas dari manajemen pelatihan dan pendampingan. Untuk terus meningkatkan kapasitas aparat desa termasuk pemahaman mengenai E-Commerce, lanjutnya, Kemendes PDTT pun telah meluncurkan Akademi Desa 4.0 yang berfungsi sebagai lembaga pelatihan.
"Dalam Akademi Desa 4.0 diajarkan bagaimana mengelola BUMDes secara virtual, jadi masyarakat bisa belajar dan kita fasilitasi. Sehingga target tiap desa punya 1 BUMDes bisa tercapai di 2019. Saat ini ada sekitar 32 ribu BUMDes. Perlu terus disosialisasikan keberhasilan BUMDes supaya bisa menginspirasi desa lain, bisa dicontoh dan di kloning," ujar Menteri Eko.
Sementara itu, Manager Operasional Lion Grup, Edward Sirait mengatakan, pihaknya menyambut baik karena dipercaya memiliki kesempatan kerjasama bersama Lion Parcel, Bank, dan BUMDes. Dirinya pun berharap, ke depan bentuk kerjasama yang dilakukan tidak hanya di bidang logistik, melainkan juga untuk penjualan tiket dan lainnya.
"Dengan dibantu dan didukung penuh Bank dan produknya memang ada, harusnya BUMDes bisa jalan. Apa yang dibuat Pak Eko adalah sejarah baru, produk desa dijadikan badan usaha," katanya.
Dalam kesempatan tersebut, juga terdapat penyerahan Corporate Social Responsibility (CSR) berupa bantuan perbankan kepada BUMDes Mitra Binaan yang menjadi Agen Lion Parcel. Hal tersebut diberikan sebagai upaya pengembangan BUMDes.
Sejumlah BUMDes yang mendapatkan bantuan CSR tersebut diantaranya BUMDes Maju Mandiri, BUMDes Bengkuyung, BUMDes Karya Mandiri, BUMDes Amarta, BUMDes Laksana Mandiri, dan BUMDes Hanjuang.
Baca juga:
Akhir pekan, harga emas turun Rp 3.000 menjadi Rp 657.000 per gram
Sri Mulyani sebut kenaikan suku bunga BI bisa stabilkan Rupiah
Blusukan ke pasar, Sri Mulyani tinjau penyaluran kredit ultra mikro
BI agendakan RDG tambahan pada 30 Mei 2018, ini alasannya
Dukung Asian Games 2018, Indofood luncurkan indomie dan indomilk kemasan khusus
Blak-blakan Menteri Asman soal alasan di balik THR PNS tahun ini lebih besar
Pelindo IV sediakan mudik gratis diantar sampai rumah, begini cara daftarnya