Menteri Edhy Sebut Ada Sejumlah Orang Diam-diam Besarkan Lobster di Lombok
Sejak pelarangan ekspor benih lobster, ada beberapa orang yang diam-diam melakukan pembesaran lobster. Nantinya dia ingin ada transparansi pengelolaan lobster. Lobster yang dibesarkan di dalam negeri nantinya bisa diekspor saat sudah memiliki nilai jual lebih.
Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo akan bertolak ke Lombok, Nusa Tenggara Barat untuk meninjau lokasi pembesaran lobster. Rencananya, besok dia akan meninjau sejumlah lokasi pembesaran lobster yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi.
"Mereka ini sembunyi-sembunyi, diam-diam," kata Edhy usai menghadiri acara Open House Hari Natal di rumah dinas Menko Bidang Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan, Jalan Widya Chandra V, Jakarta Selatan, Rabu (25/12).
Sejak pelarangan ekspor benih lobster, ada beberapa orang yang diam-diam melakukan pembesaran lobster. Nantinya dia ingin ada transparansi pengelolaan lobster. Lobster yang dibesarkan di dalam negeri nantinya bisa diekspor saat sudah memiliki nilai jual lebih.
Larangan ekspor benih lobster sebelumnya, kata dia salah satu solusi menjaga alam dari sekian banyak solusi yang ada. Tetapi wacana kembali dibukanya ekspor benih lobster bukan berarti dia ingin merusak alam.
Dari riset Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) Edhy menyebut ada 27 juta benih lobster yang tersebar di perairan Indonesia. Namun tak lantas semua yang ada di alam akan dieksploitasi. Dia memperkirakan hanya sekitar 20 juta yang dimanfaatkan.
Sementara sisanya tetap dipertahankan di alam. "Kita maunya lobster ini harus bermanfaat untuk semua masyarakat," kata Edhy.
Sebab, jika dibesarkan di alam, jumlahnya tidak sampai satu persen yang berhasil. Untuk itu para penangkap lobster yang melakukan pembesaran di darat wajib mengembalikan ke alam . "Kalau 2,5 persen saja atau dua persen saja itu sudah dua kalinya dari tingkat kehidupan yang dilakukan alam," ujarnya
Cara ini juga bagian dari solusi menjaga ketersediaan lobster di alam jika kebijakan ekspor lobster dibuka kembali. Namun cara ini juga masih perlu diuji lebih lanjut.
Larangan Ekspor Lobster, Menteri Edhy Tak Benci Kebijakan Susi
Politikus Partai Gerindra ini mengaku langkahnya untuk membuka kembali keran ekspor benih lobster jadi sorotan. Tidak sedikit pihak lain mengkritik caranya itu lewat media massa.
Secara terbuka meminta pihak yang keberatan akan rencananya untuk datang menemuinya memberikan saran secara langsung. Dia tidak ingin pro kontra hanya terjadi di ruang publik.
"Kalau mau ngasih masukan tolong saja kasih masukan karena kami sangat terbuka," ujar Edhy.
Sebab, hanya karena aturan ini Edhy tak ingin membiarkan masyarakat yang bekerja dari lobster kehilangan mata pencaharian. Aturan dibuat untuk jadi jalan tengah kesejahteraan rakyat, bukan sebaliknya.
Dia meyakinkan wacana kembali dibukanya ekspor bukan berarti menjelekkan kebijakan menteri sebelumnya Susi Pudjiastuti. Dia hanya ingin menjalankan visi misi presiden agar nelayan bisa terus hidup dan tersenyum.
"Saya enggak benci dengan kebijakan yang dulu tapi saya ingin mencari jalan keluar, kalau kebijakannya baik kan kami tidak akan juga ganggu," ungkap Edhy.
(mdk/idr)