Menteri Basuki ajak Kadin bangun rumah tahan gempa di Lombok
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengajak Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk bantu menyiapkan kebutuhan bahan konstruksi dalam membangun Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) di Lombok.
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono mengajak Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) untuk bantu menyiapkan kebutuhan bahan konstruksi dalam membangun Rumah Instan Sederhana Sehat (Risha) di Lombok.
"Tujuannya apa? Kadin harus bisa membangun kios-kios di setiap kecamatan. Kios semen, baja, genteng, toko bangunan, karena sekarang di sana enggak ada itu," ungkap dia di Jakarta, Kamis (23/8).
Dia menambahkan, agar pendistribusian bahan konstruksi bisa tiba di tanah Lombok dengan cepat, Kadin diminta menyalurkannya dari Surabaya yang secara jarak tempuh lebih dekat dengan lokasi.
"Karena di Surabaya ada Semen Gresik, ada Pabrik Baja, semua ada di sana. Diutamakan yang dari Surabaya tujuannya tadi, supaya mulai 1 september sudah mulai bekerja. Itu untuk rumah (Risha) dengan target 6 bulan," urainya.
Selain itu, dalam mengerjakan proyek Risha yang akan dimulai pada awal September 2018 mendatang, pemerintah juga turut menggaet sejumlah mahasiswa teknik untuk dilatih menjadi tenaga tambahan.
"Hari Senin kemarin kita mengumpulkan mahasiswa teknik dari Universitas Gadjah Mada (UGM) untuk dididik. Sekarang ini sudah ada 150 orang pendamping yang sudah dilatih," imbuhnya.
Setelah melatih tenaga bantuan tambahan itu, Kementerian PUPR juga berkoordinasi dengan Kadin perwakilan Nusa Tenggara Barat (NTB). sambungnya. Pembangunan Rumah Instan Sederhana Sehat ini, lanjutnya, juga terhitung memakan waktu singkat, yakni hanya sekitar satu pekan.
"Risha itu seminggu selesai. Dengan Risha, kita sudah bawa cetakan-cetakan, jadi nanti bisa membikin sendiri, bisa beli komponen yang sudah jadi. Kolom-kolom nya itu bisa dijual juga, itu untuk rumah," pungkas dia.
Sebelumnya, Kementerian PUPR tengah mengembangkan rumah tahan gempa yang menggunakan teknologi Rumah Instan Sederhana Sehat atau RISHA. Teknologi ini menggunakan panel "knock down" sehingga mudah dipasang dan lebih cepat penyelesaiannya serta biaya lebih murah dibandingkan konstruksi rumah konvensional.
Kepala Pusat Litbang Permukiman, Balitbang, Kementerian PUPR Arief Sabarudin mengatakan konstruksi rumah tahan gempa yang rencananya bakal dibangun untuk pemulihan pascagempa berkekuatan 7 skala richter (SR) di Lombok, 5 Agustus 2018, diperlukan sebagai mitigasi bencana karena wilayah Lombok dinilai termasuk salah satu wilayah rawan gempa.
Reporter: Maulandy Rizky Bayu Kencana
Sumber: Liputan6.com
Baca juga:
Konektivitas infrastruktur turunkan biaya logistik jadi 20 persen di 2019
Ketimpangan jumlah penduduk dan SDA jadi tantangan pembangunan infrastruktur RI
Bank of China beri pinjaman Rp 600 M ke Waskita Karya, bangun infrastruktur
Bongkar makam untuk proyek Tol Semarang, warga temukan gigi emas dan jimat
Imbas pembangunan Tol Semarang-Batang, 333 makam dibongkar