Menteri Bambang sebut tak mudah turunkan tingkat kemiskinan di bawah 10 persen
"Ini kita merujuk angka 10 persen. 10 persen ke bawah jangan harap penurunannya akan tajam. Seperti waktu kita menurunkan dari 16 ke 12 persen, tapi begitu masuk 12,11,10 persen dalam target 10 persen ke bawah, penurunannya akan lebih landai."
Tingkat Kemiskinan di Indonesia terus mengalami penurunan setiap tahun. Tercatat sejak 2016, tingkat kemiskinan Indonesia menurun dari 10,70 persen dan menjadi 10,12 persen di 2017. Seiring dengan hal tersebut, pemerintah menargetkan tingkat kemiskinan akan menurun di antara 9,5 sampai 10,0 persen pada Rencana Kerja Pemerintah (RKP) di 2018.
Menteri Perencanaan dan Pembangunan Nasional, Bambang Brodjonegoro mengatakan, penurunan tingkat kemiskinan di bawah 10 persen tidak semudah ketika menurunkan tingkat kemiskinan di atas 10 persen. Penurunan tingkat kemiskinan di bawah 10 persen akan lebih pelan.
"Ini kita merujuk angka 10 persen. 10 persen ke bawah jangan harap penurunannya akan tajam. Seperti waktu kita menurunkan dari 16 ke 12 persen, tapi begitu masuk 12,11,10 persen dalam target 10 persen ke bawah, penurunannya akan lebih landai," ujarnya di Kantor Bappenas, Jakarta, Selasa (9/1).
Menteri Bambang mengatakan, penurunan tingkat kemiskinan di bawah 10 persen sulit dilakukan karena Indonesia masih memiliki indeks kedalaman kemiskinan dan keparahan kemiskinan yang meningkat dalam satu tahun terakhir.
Untuk diketahui, indeks kedalaman kemiskinan mengindikasikan rata-rata pengeluaran penduduk miskin yang cenderung menjauhi garis kemiskinan. Sementara, indeks keparahan kemiskinan mengindikasikan ketimpangan pengeluaran di antara penduduk miskin.
"Kenapa sulit, karena tadi ada tingkat kedalaman keparahan yang masih harus diperbaiki. Melalui Perbaikan program dan selain itu masih harus perbaiki program tepat sasaran. Jadi memang tidak mudah. Tapi kalau soal di bawah 10 persen ini kesempatan yang terbaik, tidak harus 9,5," jelasnya.
Dengan demikian, Mantan Menteri Keuangan tersebut mengatakan, target pemerintah ke depan tidak hanya fokus kepada penurunan tingkat kemiskinan tetapi juga kepada penurunan masyarakat miskin secara absolut. Di mana, angkanya kini berada pada 26,58 juta jiwa.
"Tapi memang ini yang paling penting adalah menurunkan orang miskin, secara absolut itu paling penting. Sekarang mungkin jumlahnya sekitar 26,58 juta jiwa dari tahun lalu 27 juta. Jadi menurun banyak kan. Ini yang jadi target kita," tandasnya.
Baca juga:
Kenaikan upah buruh tani hingga inflasi jadi faktor penurunan kemiskinan RI
Anggapan pendidikan tidak penting penyebab kemiskinan masih tinggi di Indonesia
Kisah kemiskinan ibu yang terpaksa tinggal anak baru dilahirkan di RS
Ibu tega tinggal bayi yang baru dilahirkan di RS
Kasus persalinan ibu di Depok bikin heboh, rumah sakit disebut menahan bayi