Menteri Bambang ingatkan bahaya kutukan sumber daya alam
Menteri Bambang ingatkan bahaya kutukan sumber daya alam. Menurutnya, untuk mewujudkan pembangunan yang inovatif dan berdaya saing tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA) saja. Indonesia memang memiliki potensi SDA yang melimpah namun hal itu tidak dapat menjamin kesejahteraan masyarakat.
Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Bambang Brojonegoro mengatakan untuk mewujudkan pembangunan yang inovatif dan berdaya saing tidak bisa hanya mengandalkan sumber daya alam (SDA) saja. Dalam seminar nasional inovasi daerah yang diselenggarakan oleh Bappenas, Menteri Bambang mengingatkan pembangunan harus memperhatikan istilah kutukan sumber daya alam.
"Ada istilah kutukan SDA. Artinya kita hanya terpaku pada SDA, ekspolrasi dan ekspolitasi. Mungkin ada waktu tertentu di mana negara itu akan makmur dan kelihatan sejahtera dan banyak orang kaya baru yang muncul. Namun yang sering dilupakan kejadian yang menguntungkan itu hanya bersifat sangat sementara," ujar Menteri Bambang di Gedung Bappenas, Jakarta, Rabu (11/1).
Menteri Bambang mengatakan negara Indonesia memang memiliki potensi SDA yang melimpah namun hal itu tidak dapat menjamin kesejahteraan masyarakat. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah harus mengimbangi pengelolaannya dengan dukungan sumberdaya manusia yang berkualitas.
"Ada pernyataan SDA melimpah maka negara itu sejahtera. Namun, jangan lupa di literatur yang mengaitkan SDA berlimpah dengan ketidakstabilan ekonomi, kemiskinan dan ketimpangan," ungkapnya.
"Untuk perkuat daya saing, tak hanya dari SDA namun juga bagaimana mengelola SDA tersebut dengan didukung SDM yang berkualitas," ujar Menteri Bambang.
Baca juga:
Menteri Bambang tuntut inovasi pemda optimalkan pembangunan
DPR: Pembiayaan di luar APBN selamatkan rencana pembangunan Jokowi
Pemerintah siapkan 50 rencana aksi perbaikan tata kelola & pelayanan
Menteri Bambang pastikan revisi RTRW Pelabuhan Patimban segera usai
Saran Bappenas agar pembangunan listrik 35.000 MW sesuai target
Bappenas sebut perlambatan pertumbuhan kredit pengaruhi investasi
Jokowi tak ingin Rupiah berpatok pada USD, ini kata bos Bappenas