Menteri Bahlil Sayangkan Masyarakat Lebih Banyak Berobat ke Luar Negeri
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyayangkan, ada ratusan triliun biaya dihabiskan masyarakat Indonesia di luar negeri untuk berobat. Ini dikarenakan kapasitas rumah sakit (RS) yang ada di Indonesia dianggap kurang memadai, dan negara luar dicap lebih baik.
Menteri Investasi/Kepala BKPM, Bahlil Lahadalia menyayangkan, ada ratusan triliun biaya dihabiskan masyarakat Indonesia di luar negeri untuk berobat. Ini dikarenakan kapasitas rumah sakit (RS) yang ada di Indonesia dianggap kurang memadai, dan negara luar dicap lebih baik.
Bahlil melihat, selama ini banyak sekali warga Indonesia yang berobat ke Singapura, Malaysia dan beberapa negara lainnya. Kondisi itu secara otomatis membuat devisa keluar dari Indonesia
"Oleh sebagian orang menganggap bahwa di negara Singapura lebih baik daripada kita, kita bikin bagus aja sekalian," ujar Bahlil, di Nusa Dua, Bali ditulis Senin (20/12).
Saat ini BKPM tengah mengawal proses investasi pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) bidang kesehatan di Bali. KEK ini menjadi salah satu inisiasi dari Kementerian BUMN. Pembangunan tersebut akan bekerja sama dengan pusat rumah sakit kanker di Amerika Serikat, Mayo Clinic, yang juga tempat Presiden RI ke-6 Susilo Bambang Yudhoyono berobat kanker prostat.
"Sekarang dihandle Pak Imam (Deputi BKPM) untuk proses perizinannya. Masih on progress karena itu akan diselesaikan. Sekarang izin-izinnya lagi dalam proses pembahasan," katanya.
BKPM memastikan, pihaknya akan mengawal proses investasinya sampai masuk ke Indonesia. Karena sektor kesehatan juga menjadi salah satu program prioritas. "Sektor kesehatan itu salah satu program prioritas," pungkas dia.
Baca juga:
Target JPO Konsep Kapal Pinisi Rampung Akhir Tahun
Pertengahan Desember 2021, Pembangunan Kawasan Industri Batang Capai 55,71 persen
Wagub Jabar Curhat soal Pembagian Kue Pembangunan di Depan Sri Mulyani
Ke Jawa Tengah, Jokowi Resmikan Pembangunan Embung dan Tinjau Lumbung Pangan
Tunggu Perbaikan Gladak Perak, Pemerintah Bangun Jembatan Darurat Lumajang-Malang
Anggaran Infrastruktur Rp1 Triliun, Wali Kota Medan Tegas Minta Dinas PU Lakukan Ini